Ifan Seventeen Buka Suara Soal Polemik Film Merah Putih, Akui Tanpa Dana Pemerintah

Ifan Seventeen Buka Suara Soal Polemik Film Merah Putih, Akui Tanpa Dana Pemerintah

Ifan Seventeen Buka Suara Soal Polemik Film Merah Putih, Akui Tanpa Dana Pemerintah -Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen, akhirnya angkat bicara menanggapi kritik pedas yang menyerang film animasi "Merah Putih: One for All".

Dalam pernyataannya, Ifan menegaskan bahwa film tersebut bukan proyek PFN dan tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan hasil kolaborasi swasta.

Polemik ini mencuat di media sosial setelah trailer film tersebut menuai kritik karena kualitas animasi dan narasi yang dianggap kurang memuaskan, terlebih lagi muncul rumor bahwa film itu menelan dana hingga Rp6,7 miliar dari APBN, yang belakangan terbukti tidak benar.

PFN Tidak Terlibat dalam Produksi Film

Dalam video klarifikasi yang diterima oleh media, Rabu (13/8/2025), Ifan menyatakan bahwa pihaknya pun menilai kualitas film tersebut memang belum maksimal.

"Memang, menurut kamipun di PFN, film ini memang jauh dari kata maksimal secara produksinya. Tapi bukankah kualitas produksi adalah bagian dari proses pembelajaran?" kata Ifan dalam video klarifikasi yang diterima Disway.id, Rabu 13 Agustus 2025.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada anggaran dari pemerintah yang digunakan dalam produksi film ini.

BACA JUGA:Viral! Dokter Spesialis Dipaksa Buka Masker oleh Keluarga Pasien, IDI Dorong Proses Hukum

BACA JUGA:15 Ide Kegiatan Hari Pramuka 2025 yang Edukatif dan Seru untuk Semua Usia

"Dan perlu diingat, film ini tidak menggunakan dana ataupun anggaran dari pemerintah sedikitpun. Dan ini juga bukan filmnya PFN," tambah Ifan.

Produser: Dana Produksi dari Gotong Royong

Klarifikasi Ifan juga didukung oleh Produser film, Toto Soegriwo, yang menyatakan bahwa seluruh dana produksi merupakan hasil gotong royong dari para produser yang tergabung dalam Perfiki Kreasindo, sebuah kolektif produser film independen.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menyebut bahwa mereka tidak memberikan dukungan finansial untuk proyek film tersebut. Kemenparekraf hanya memberikan masukan kreatif dalam audiensi terbatas bersama tim produksi.

Kritik Jadi Cermin untuk Kemajuan Industri Animasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait