DBD vs Chikungunya: Begini Cara Membedakan Gejalanya, Jangan Sampai Salah Diagnosis!

DBD vs Chikungunya: Begini Cara Membedakan Gejalanya, Jangan Sampai Salah Diagnosis!

Tips mengusir nyamuk (Ilustrasi nyamuk)--

    DBD: Nyeri otot dan sendi juga muncul, tapi lebih ringan dan biasanya hilang seiring menurunnya demam.

2. Pola Demam

    Chikungunya: Demam tinggi bisa berlangsung 3–5 hari tanpa pola tertentu.

    DBD: Mengalami “demam pelana kuda”, yaitu demam tinggi selama beberapa hari, turun sejenak (fase kritis), lalu naik lagi. Fase kritis inilah yang paling berbahaya.

3. Pendarahan dan Ruam

    Chikungunya: Jarang terjadi pendarahan. Ruam kulit biasanya hilang saat ditekan.

    DBD: Muncul bintik merah (petekie) yang tidak hilang saat ditekan, mimisan, atau gusi berdarah—indikasi penurunan trombosit.

4. Risiko Komplikasi

    Chikungunya: Umumnya tidak fatal. Komplikasi serius hanya terjadi pada lansia atau bayi.

    DBD: Bisa menyebabkan perdarahan hebat, syok, hingga kematian, terutama jika terlambat ditangani.

Pentingnya Pemeriksaan Dini dan Diagnosis Medis

Dr. Rina menegaskan agar masyarakat tidak melakukan diagnosis mandiri.

"Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak. Pemeriksaan darah sangat penting untuk membedakan jenis virus," jelasnya.

Penanganan pun berbeda:

    Chikungunya: Fokus pada pereda gejala seperti parasetamol dan antiinflamasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait