Ari Lasso Kritik Soal Royalti Musik: Desak BPK, KPK, hingga Bareskrim Audit WAMI

Ari Lasso Kritik Soal Royalti Musik: Desak BPK, KPK, hingga Bareskrim Audit WAMI

Ari Lasso Kritik Soal Royalti Musik: Desak BPK, KPK, hingga Bareskrim Audit WAMI-Instagram -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Musisi legendaris Ari Lasso meluapkan kekecewaan dan kemarahannya terhadap sistem pembagian royalti musik di Indonesia, yang menurutnya sarat ketidakjelasan dan berpotensi merugikan para pencipta lagu.

Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, mantan vokalis Dewa 19 ini mendesak institusi negara seperti BPK, KPK, dan Bareskrim Polri untuk turun tangan dan melakukan audit investigasi terhadap Wahana Musik Indonesia (WAMI), lembaga manajemen kolektif yang mengelola hak cipta dan royalti para musisi di Indonesia.

Bukti Transfer Royalti yang Dinilai Tidak Masuk Akal

Ari Lasso membeberkan bukti transfer royalti dari WAMI yang menurutnya sangat janggal. Dalam keterangan transfer tertulis “Royalty Professional Service”, istilah yang dianggapnya tidak mencerminkan hak ekonomis sebagai pencipta karya musik.

"Saya bingung, dari tujuh puluh juta yang menetes hanya 700 ribuan. Saya telepon sahabat saya Mas Meidy Aquarius, yang sempat di WAMI, dia juga bingung dan menjawab 'gue udah nggak di WAMI'," tulis Ari Lasso.

BACA JUGA:Latihan Perdana Timnas Indonesia U17 di Medan: Fokus Pemulihan dan Persiapan Hadapi Tajikistan

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jabodetabek 12-13 Agustus 2025, Waspada Hujan Ringan hingga Lebat!

"Kekonyolan yg PALING HEBAT ADALAH ANDA TRANSFER ke Rekening 'Mutholah Rizal'. Terus hitungan ln laporan Ari Lasso itu punya saya ato punya Pak Mutholah Rizal. Ato itungan itu punya saya tpi Wami salah transfer ke Mutholah Rizal," sambungnya.

Lebih mengejutkan lagi, dana tersebut ditransfer ke rekening atas nama orang lain, yakni “Mutholah Rizal”. Ari mempertanyakan apakah dana itu memang miliknya atau ada kesalahan fatal dalam proses distribusi.

Desakan Audit dan Sorotan terhadap Manajemen WAMI

Dalam unggahannya, Ari menyebut manajemen WAMI buruk dan berpotensi merugikan negara, khususnya dalam kaitannya dengan Dirjen Pajak, serta tentunya merugikan para anggotanya sendiri.

Ia menyerukan agar lembaga negara segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga kolektif ini.

Puncak dari kemarahan Ari Lasso adalah seruannya kepada lembaga audit dan penegak hukum tertinggi di Indonesia. Ia merasa ada yang tidak beres dalam pengelolaan dana royalti oleh lembaga kolektif dan menuntut adanya audit menyeluruh untuk membuka semua tabir.

"Sebuah Lembaga dgn manajemen yg (maaf) SANGAT BURUK yg sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dlm hal ini Dirjen Pajak, dan yg pasti merugikan banyak anggota musisi anda. Banyak 'permainan' atau kecerobohan yg Cukup LAYAK rasanya UNTUK DIPERIKSA LEMBAGA NEGARA dlm hal ini Mungkin BPK, KPK, ato BARESKRIM. Bukan untuk menghukum tp [email protected] sebuah lembaga yg kredibel," ujar Ari Lasso.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: