Film Animasi ‘Merah Putih One For All’ Ramai Dikritik, Ini 5 Faktanya
Fakta-fakta film Animasi Merah Putih 'One For All'--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Merah Putih One For All, film animasi karya anak bangsa, tengah menjadi topik panas di media sosial.
Alih-alih menuai pujian, film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 untuk menyambut Hari Kemerdekaan ini justru dibanjiri kritik warganet.
Diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, film ini awalnya diharapkan menjadi tontonan spesial di bulan kemerdekaan.
Namun, sorotan publik kini tertuju pada kualitas animasinya yang dinilai kurang memuaskan, apalagi setelah terungkap bahwa anggaran produksinya mencapai miliaran rupiah.
BACA JUGA:Film Animasi ‘Merah Putih: One for All’ Tuai Kritik Tajam, Anggaran Fantastis Jadi Sorotan
Berikut lima fakta yang membuat Merah Putih One For All ramai dibicarakan:
1. Kisah 8 Anak dari Berbagai Budaya
Film ini menceritakan delapan anak dari latar budaya berbeda, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga Tionghoa.
Mereka bersatu dalam misi heroik mencari bendera merah putih yang hilang misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan.
Menariknya, proses produksi baru dimulai Juni 2025, sehingga memunculkan tanda tanya terkait durasi pengerjaan yang sangat singkat.
2. Anggaran Fantastis Rp6,8 Miliar
Salah satu pemicu kontroversi adalah besarnya anggaran produksi yang mencapai Rp6,8 miliar. Banyak warganet menganggap hasil visual yang disajikan tidak sebanding dengan dana tersebut.
Perbandingan pun bermunculan dengan film animasi lokal maupun internasional yang dinilai lebih rapi dengan biaya serupa.
BACA JUGA:Ternyata Dinsos DKI Tertarik dengan Usulan ‘Kartu Janda Jakarta’
3. Banjir Kritikan di Media Sosial
Sejak trailer dan cuplikan film dirilis, komentar pedas membanjiri berbagai platform. Kualitas animasi dinilai di bawah standar, bahkan ada yang menyebut proyek ini hanya membuang-buang anggaran.
4. Respons Santai dari Kreator
Toti Soegriwo, kreator sekaligus produser, menanggapi kritik dengan santai melalui akun Instagram pribadinya.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya.
5. Tetap Tayang Sesuai Jadwal
Meski kritik tak henti berdatangan, pihak produksi memastikan Merah Putih One For All tetap rilis sesuai rencana. Mereka optimis masih ada penonton yang penasaran dengan hasil akhir film ini di layar lebar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: