Jelangkung: Permainan Pemanggil Arwah yang Tak Lekang oleh Zaman

Jelangkung: Permainan Pemanggil Arwah yang Tak Lekang oleh Zaman

Meskipun dianggap sebagai hiburan oleh sebagian kalangan, Jelangkung sebenarnya mengandung unsur pemanggilan makhluk dari dimensi lain.--

Radarpena.co.id, Jakarta – “Jelangkung, Jelangkung... di sini ada pesta. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.”

Kalimat ini mungkin terdengar seperti mantra anak-anak, tapi jangan salah—ini adalah penggalan dari salah satu permainan mistis paling legendaris di Indonesia: Jelangkung.

Meski terkesan sebagai permainan iseng, Jelangkung sebenarnya memiliki akar yang dalam dalam budaya dan spiritualitas. Permainan ini tak hanya memancing adrenalin, tapi juga diyakini dapat membuka komunikasi dengan dunia arwah.

 

Apa Itu Jelangkung?

Jelangkung adalah permainan tradisional yang dipercaya bisa memanggil roh atau arwah makhluk halus ke dalam sebuah boneka. Boneka tersebut biasanya terbuat dari batang bambu atau kayu, diberi kepala dari kelapa kecil atau batok, dan dipakaikan pakaian sederhana—kadang berbentuk jubah putih.

Pada bagian tangannya, diletakkan pulpen dan kertas. Tujuannya? Untuk merekam jawaban arwah yang dipanggil. Boneka ini lalu dipegang oleh dua atau lebih pemain, dan dibacakanlah mantra pemanggil:

“Jelangkung, jelangkung, di sini ada pesta. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.”

Jika “berhasil”, boneka akan bergerak sendiri dan menuliskan huruf atau kata di atas kertas sebagai respons dari arwah yang hadir.

BACA JUGA:Kisah Nyata! Cerita Horor Pengalaman Diteror Genderuwo di Tengah Silahturahmi Kakek-Nenek

BACA JUGA:Misteri Rumah Menjelang Ajal Bu Lilis Bogor, Kutukan Akibat Perjanjian dengan Iblis

Asal Usul dan Pengaruh Budaya

Asal-usul permainan ini diyakini berasal dari gabungan kepercayaan masyarakat Jawa dan Tionghoa kuno tentang spiritisme. Bahkan di beberapa sumber disebutkan bahwa Jelangkung mirip dengan praktik fuji dari budaya Tionghoa—yaitu menulis otomatis dari roh melalui media tangan manusia.

Popularitas Jelangkung semakin meledak ketika film "Jelangkung" (2001) karya Rizal Mantovani dan Jose Poernomo sukses besar di bioskop, hingga memicu tren film horor Indonesia bertema pemanggilan arwah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: