Sejarah Taman Puring Sebelum Terkenal Lokasi Perdagangan Jakarta, Sempat Terbakar Tahun 2022
Pasar Taman Puring bukan sekadar deretan kios dengan barang dagangan murah meriah, tempat ini adalah simbol dari perjuangan ekonomi rakyat kecil.--Istimewa
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Senin sore, 28 Juli 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sekitar pukul 18.02 WIB, api tiba-tiba membubung tinggi, membakar kompleks pasar yang telah menjadi ikon perdagangan kaki lima ibu kota sejak dekade 1960-an.
Sekitar 500 kios hangus dilalap api dalam insiden yang terjadi begitu cepat, mengingatkan kembali pada luka lama yang sempat membekas di pasar ini beberapa tahun silam.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Pasar Taman Puring, 500 Toko Ludes Terbakar
BACA JUGA:Terungkap! Ini Kronologi dan Penyebab Kebakaran Pasar Taman Puring
Pasar Taman Puring bukan sekadar deretan kios dengan barang dagangan murah meriah, tempat ini adalah simbol dari perjuangan ekonomi rakyat kecil.
Dari zaman lapak-lapak liar, krisis ekonomi, hingga era digital, pasar ini telah menjadi tumpuan hidup ribuan orang.
Letaknya yang strategis di Jalan Kyai Maja menjadikannya pusat perputaran barang dan uang, terutama untuk segmen produk aftermarket seperti sepatu KW, onderdil kendaraan, hingga perlengkapan militer bekas yang diburu kolektor dan reseller online.
Namun, pada Senin itu, api memporak-porandakan segala kenangan dan kerja keras para pedagang.
Menurut keterangan resmi dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, enam unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 18.10 WIB dan berhasil dikendalikan serta didinginkan pada pukul 19.58 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan sangat besar, mengingat hampir seluruh kios yang terbakar merupakan unit aktif dengan stok barang dagangan yang bernilai tinggi.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran ini.
Sementara itu, para pedagang hanya bisa menatap puing-puing yang tersisa dari usaha yang telah mereka bangun bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: