Ritual Gaib dan Dendam Kuno, Misteri Narik Sukmo yang Masih Menghantui Tanah Jawa hingga Kini!
Ilustrasi ritual gaib kuno narik sukmo di tanah jawa yang bertujuan untuk menguasi jiwa dari orang lain-Tangkapan layar-Instagram
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Di balik heningnya malam dan tenangnya alam pedesaan Jawa, ada sebuah kisah lama yang terus bergaung di antara desir angin dan bisikan para leluhur.
Kisah tentang ritual gaib kuno yang dikenal sebagai Narik Sukmo, praktik mistis yang dipercaya mampu memanggil roh atau bahkan mengikat jiwa seseorang secara batiniah, demi kekuasaan, cinta, atau dendam lama yang belum tuntas.
BACA JUGA:Viral Puluhan Orang Berjubah Putih Ritual di Puncak Gunung Lawu, Mirip Tawaf Jemaah Haji
BACA JUGA:Mubeng Beteng: Ritual Tapa Bisu Malam 1 Suro, Warisan Keraton yang Menyatu dengan Spirit Hijrah
Narik Sukmo secara harfiah berarti menarik jiwa dan dalam kepercayaan kuno, praktik ini digunakan oleh para dukun atau pelaku ilmu hitam untuk menarik roh seseorang dari kejauhan, biasanya untuk tujuan pengendalian, pengaruh batin, atau bahkan membalas dendam melalui penderitaan psikis.
Menurut kisah turun-temurun di daerah Gunung Kidul, Banyuwangi, hingga wilayah pesisir selatan, ritual ini dilakukan pada malam tertentu biasanya saat bulan gelap dengan membaca mantra kuno dan membakar sesaji yang telah diikat dengan nama dan benda milik target.
Konon, korban yang terkena narik sukmo akan merasa kehilangan kesadaran, sering melamun, bermimpi buruk, hingga mengalami mimpi seolah-olah bertemu dengan sosok tak dikenal yang memanggil namanya dengan lembut namun mengancam.
Kisah Nyata, Cinta Tak Direstui yang Berujung Petaka
Salah satu cerita paling terkenal datang dari desa terpencil di Jawa Tengah. Seorang pemuda jatuh cinta pada gadis pujaan hatinya, namun ditolak oleh orang tua si gadis. Karena tak terima, pemuda itu diam-diam belajar ilmu hitam dari seorang dukun sepuh yang dikenal punya ilmu narik sukmo.
Malam demi malam, ia melakukan ritual memanggil sukma si gadis. Hasilnya? Gadis itu mulai sering termenung, kehilangan semangat hidup, bahkan sempat ditemukan berjalan sendirian ke tengah hutan dalam keadaan mata kosong, seolah-olah "dipanggil" oleh sesuatu.
Warga yang sadar akan tanda-tanda mistis ini pun segera memanggil tetua desa dan memutuskan melakukan ruwatan tolak bala.
Tapi menurut kabar, sejak saat itu, sang pemuda menghilang tanpa jejak seolah ditelan oleh ritual yang ia mainkan sendiri.
BACA JUGA:Wisata Religi di Pulau Jawa: Menyusuri Jejak Spiritualitas dan Budaya Nusantara
BACA JUGA:Eksorsis Anna Ecklund: Ritual Pengusiran Setan Paling Terkenal dalam Sejarah Katolik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: