Rumah Mewah Diselimuti Santet: Mayat Hidup, Jeritan di Loteng, dan Cermin yang Tak Boleh Ditatap Lama
Ilmuwan fisika kini bisa menjelaskan tentang cara kerja santet, benarkah bukan karena hal gaib?-Ilustrasi-Freepik
Minggu kedua, tubuh Pak Gunawan mulai rusak. Kulitnya membiru, melepuh, seperti korban luka bakar tapi tak ada api.
Kaki kanannya menghitam, mengeluarkan bau busuk seperti daging membusuk dan anehnya, dokter tidak menemukan infeksi apa pun.
Semua hasil medis normal, tapi tubuhnya seperti mayat hidup.
Yang lebih membuat merinding ia masih sadar, matanya bisa melihat, mulutnya bisa bicara. Tapi tubuhnya seolah perlahan mati.
Dia berbisik kepada istrinya:
"Setiap malam aku dengar mereka… bisikan itu… mereka bilang aku milik mereka sekarang."
BACA JUGA:Kisah Nyata! Cerita Horor Perjodohan Membawa Malapetaka, Jangan Main-Main dengan Santet Sedarah
Kaca, Tangis dan Cermin yang Menyimpan Rahasia
Gangguan tak berhenti hanya pada tubuh. Putrinya, Alya, mulai tidur sambil berjalan. Ia berkali-kali ditemukan berdiri menatap cermin besar di lorong, tersenyum sendirian.
Ketika ditanya, ia hanya menjawab datar:
"Nenek di belakang kaca bilang... Papa sudah waktunya pergi."
Jam 2 dini hari, televisi menyala sendiri, memutar suara tangisan seorang wanita yang pilu namun menusuk telinga.
Piring dan gelas bergetar di rak, seolah ada tangan tak terlihat yang mengguncangnya dari dalam.
Rumah megah itu tak lagi terasa hidup, seperti diselimuti kabut yang sunyi dingin, kosong, dan penuh bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang tersisa di dalamnya.
Dukun Tak Mampu Ustaz pun Gemetar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: