Menyesal Lembur Sendirian! Teror Sosok Perempuan Botak dan Penuh Luka di Kantor Sepi, Diselamatkan Adzan Subuh

Menyesal Lembur Sendirian! Teror Sosok Perempuan Botak dan Penuh Luka di Kantor Sepi, Diselamatkan Adzan Subuh

Ilustrasi: Lembur ditemani perempuan botak dan penuh luka--Netflix

Deni kembali fokus mengetik, namun lima menit kemudian, terdengar langkah kaki pelan melewati lorong. 

Suaranya menggema jelas di tengah keheningan, ia berhenti mengetik dan menoleh. Tidak ada siapa pun. Tapi langkah kaki itu tetap terdengar, semakin mendekat ke arah meja kerjanya. lalu berhenti tepat di belakangnya.

Deni berdiri perlahan, tengkuknya terasa dingin, saat ia menoleh, tidak ada siapa-siapa. Tapi kursi kosong di sebelahnya yang tadi menghadap ke meja kini menghadap ke arahnya.

Melihatnya langsung membuat bulu kuduk Deni merinding, dan sempat terdiam sejenak dengan keanehan yang terjadi.

Namun karena tak melihat sesuatu, ia hanya berfikir ini sebuah halusinasi akibat kelelahan. Pada akhirnya Deni melanjutkan pekerjaannya.

BACA JUGA:Cerita Horor: Kejadian Tak Terduga Saat Perobohan Rumah Angker Pondok Indah

BACA JUGA:Cerita Horor Nyata! Bukan Sekadar Warisan, Teror Perewangan di Rumah Tua Nenek

Sosok Perempuan Botak dan Penuh Luka

Jam menunjukan pukul 00.10, Deni masih melakukan pekerjaannya hingga tak terasa waktu sudah menunjukan hampir subuh. Deni sudah tak tenang, ia mulai merapikan dokumen, bersiap pulang. 

Tapi saat membuka file terakhir, layar laptopnya tiba-tiba berubah menjadi warna hitam. Muncul satu kalimat berwarna merah "Jangan pulang sebelum aku selesai bekerja juga."

Deni terkejut sampai menjauh dari meja kerjanya.

Suasana semakin mencekam ketika lampu seluruh ruangan mati mendadak, dan dari arah lorong belakang, muncul sosok perempuan berjalan perlahan. 

Ia botak, wajahnya penuh luka sobekan dan lebam, dengan darah menetes dari dagu. Bajunya koyak dan basah, seolah baru saja keluar dari sumur tua. Mata kosongnya menatap lurus ke arah Deni. Sosok itu berjalan mendekat dan tersenyum miring.

Diselamatkan oleh Azan Subuh

Deni mencoba melangkah, tapi tubuhnya kaku, entah berapa lama ia hanya bisa berdiri diam dan menangis dalam diam. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait