Peringatan Neo Japan: Jepang bisa Tolak Akses WNI yang Ingin Kerja di sana karena Dicap Biang Kriminal

Peringatan Neo Japan: Jepang bisa Tolak Akses WNI yang Ingin Kerja di sana karena Dicap Biang Kriminal

Neo Japan sempat viral usai mengunggah video yang menyatakan bahwa dirinya ditelepon langsung oleh pejabat pemerintah Jepang karena menerima laporan tentang perilaku negatif beberapa WNI. Dirinya bahkan menyatakan siap mengusulkan tindakan hukum dan depo--

Fenomena ini memang belum terjadi secara nasional, namun sudah pernah terjadi di sejumlah wilayah.

“Memang ada kemungkinan bahwa beberapa perusahaan atau lembaga penyalur tenaga kerja di Jepang bisa menolak menerima tenaga kerja dari Indonesia ke depannya, dan lebih memilih pekerja dari negara lain,” tulisnya.

“Tapi sejauh ini, hal itu belum terjadi secara nasional, dan sebenarnya fenomena seperti ini sudah beberapa kali terjadi di beberapa penyalur dan perusahaan sebelumnya,” lanjutnya.

BACA JUGA:WNI Mencuri di Jepang, 250 Juta Penduduk Indonesia Dipredikat Penjahat

Pesan untuk LPK dan Pelajar Bahasa Jepang: Kalian Harapan Masa Depan

Di akhir pesannya, Dian menegaskan pentingnya menjaga nama baik diri sendiri dan bangsa. Ia memberikan semangat kepada para calon pekerja migran Indonesia agar tetap optimistis, namun tetap mawas diri terhadap perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan komunitas Indonesia di Jepang.

 

“Tetap semangat, jaga nama baik diri sendiri dan bangsa. Kalian adalah harapan masa depan,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Neo Japan sempat viral usai mengunggah video yang menyatakan bahwa dirinya ditelepon langsung oleh pejabat pemerintah Jepang karena menerima laporan tentang perilaku negatif beberapa WNI.

Dirinya bahkan menyatakan siap mengusulkan tindakan hukum dan deportasi terhadap mereka yang terbukti melanggar aturan dan merusak citra Indonesia di mata publik Jepang.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh WNI di luar negeri, terutama di negara dengan standar sosial dan hukum seketat Jepang. Etika, kesopanan, dan kedisiplinan bukan hanya nilai budaya setempat, melainkan juga menjadi ukuran reputasi bangsa Indonesia di mata dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait