4 Kasus Salah Tangkap Akibat Kesalahan Forensik Hingga Kehilangan Nyawa, Ketika Bukti Ilmiah Jadi Menyesatkan

4 Kasus Salah Tangkap Akibat Kesalahan Forensik Hingga Kehilangan Nyawa, Ketika Bukti Ilmiah Jadi Menyesatkan

Ilustrasi penjara tahanan-Foto: Unsplash.com/YeJinghan-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Di ruang sidang, bukti ilmiah sering dianggap sebagai kebenaran mutlak. 

Sidik jari, DNA, hingga jejak darah kerap menjadi senjata pamungkas dalam memutuskan nasib seseorang. 

Namun, bagaimana jika bukti yang seharusnya membawa keadilan justru menyesatkan?

Bagaimana jika ilmu yang dipercaya itu salah, dan orang yang tak bersalah harus kehilangan kebebasannya, bahkan nyawanya?

BACA JUGA:Salah Tangkap, Penjual Kopi Dipukuli Polisi Cianjur, Begini Kata Kapolres

BACA JUGA:Pegi Setiawan Jadi Korban Salah Tangkap, Komisi III DPR: Kesalahan Penegak Hukum Merusak Kehidupan Seseorang

Inilah sisi gelap dari sistem peradilan modern kasus-kasus salah tangkap akibat kesalahan forensik

Sebuah kisah nyata tentang bagaimana ketidaktepatan sains bisa menghancurkan hidup, mengungkap bahwa tidak semua yang terlihat ilmiah, bisa dijadikan kebenaran sejati.

Berikut ini deratan kasus salah tangkap akibat kesalahan forensik:

1. Kasus Cameron Todd Willingham (AS) – Terpidana Mati karena "Ilmu Api" 

Cameron Todd Willingham (AS) dieksekusi pada 2004, sebelum fakta ini diakui secara resmi.

Pada tahun 1992, Cameron Todd Willingham divonis hukuman mati atas tuduhan membakar rumahnya dan menyebabkan kematian ketiga anaknya. 

Bukti utama berasal dari penafsiran forensik kebakara yang menyatakan ada tanda-tanda pembakaran sengaja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: