4 Kasus Salah Tangkap Akibat Kesalahan Forensik Hingga Kehilangan Nyawa, Ketika Bukti Ilmiah Jadi Menyesatkan

4 Kasus Salah Tangkap Akibat Kesalahan Forensik Hingga Kehilangan Nyawa, Ketika Bukti Ilmiah Jadi Menyesatkan

Ilustrasi penjara tahanan-Foto: Unsplash.com/YeJinghan-

George akhirnya dibebaskan setelah 8 tahun penjara, dan kasus pembunuhan Jill Dando tetap tak terpecahkan hingga kini.

BACA JUGA:Babak Baru Penangkapan Pegi Perong, Wajah Tak Dikenal Keluarga Vina Cirebon Duga Polisi Salah Tangkap

BACA JUGA:Diduga Salah Tangkap Orang, Hotman Paris Desak Kapolda Jabar Tampilkan Pegi Pembunuh Vina Cirebon ke Publik

4. Kasus Muhammad Ichsan (Indonesia) – Salah Tangkap karena Pengakuan Dipaksa

Di Indonesia, salah tangkap bukan hal asing. Kasus Muhammad Ichsan, warga Makassar, jadi bukti nyata. Ia divonis bersalah atas pembunuhan, meski tak ada bukti forensik kuat. Pengakuannya diduga dipaksakan, dan uji forensik sidik jari maupun darah tidak menunjukkan keterlibatannya.

Ichsan bebas bertahun-tahun kemudian setelah advokasi dan sorotan media, namun kasus ini menyoroti bagaimana minimnya akurasi forensik dan tekanan interogasi dapat menjebak orang tak bersalah.

Ilmu forensik memang menjadi tulang punggung dalam investigasi modern, tetapi bukan tanpa cela. 

Kasus-kasus di atas membuktikan bahwa ketika sains dipaksakan untuk menjustifikasi tuduhan, keadilan bisa terjungkal. 

Salah satu prinsip hukum adalah lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tak bersalah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: