Sindrom Berbahaya ketika Alergi Obat Bisa Mematikan, di Indonesia Kurang Dikenal

Sindrom Berbahaya ketika Alergi Obat Bisa Mematikan, di Indonesia Kurang Dikenal

Sebuah foto penderita Steven Johnson's Syndrome--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah mimpi buruk yang jarang diketahui publik, padahal sangat mematikan.

Reaksi alergi berat ini bisa menyerang siapa saja, memicu pengelupasan kulit, luka di mata, mulut, hingga organ vital.

Dalam banyak kasus, pemicunya sederhana: obat-obatan yang sering kita konsumsi.

 

Apa Itu Sindrom Stevens-Johnson?

Sindrom Stevens-Johnson adalah kondisi langka yang menyebabkan kulit dan selaput lendir mengalami reaksi ekstrem, seperti lepuh dan pengelupasan.

Gejalanya bisa sangat cepat memburuk, dan dalam kasus berat dapat berubah menjadi toxic epidermal necrolysis (TEN), yang mencakup lebih dari 30% permukaan tubuh.

Kondisi ini merupakan darurat medis yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit atau unit luka bakar.

BACA JUGA:Antara Bill Gates dan Spektrum Sindrom Autisme

 

Pemicu Utama: Obat dan Infeksi

Lebih dari 80% kasus SJS disebabkan oleh obat-obatan.

Beberapa jenis obat yang paling sering menjadi pemicu adalah:

  • Antibiotik (terutama sulfonamida)
  • Obat anti-kejang (seperti carbamazepine, phenytoin, lamotrigine)
  • Obat asam urat (allopurinol)
  • Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
  • Obat HIV (nevirapine)

Selain itu, infeksi seperti Mycoplasma pneumoniae dan virus herpes juga bisa menjadi pemicu, terutama pada anak-anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: