Namanya Papion, Global Girl Group 3 Negara yang Debut dengan Single Baru
Girl group baru Papion--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Industri musik global kembali diramaikan dengan kehadiran girl group baru bernama Papion, sebuah proyek lintas negara yang menggabungkan talenta dari Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia. Resmi debut pada pertengahan Juni 2025, Papion langsung mencuri perhatian lewat single perdananya yang berjudul Push the Button—lagu energik dengan beat dinamis dan lirik yang memancarkan kepercayaan diri.
Papion dibentuk oleh kolaborasi antara agensi hiburan Korea Selatan dan perusahaan kreatif dari Jepang serta Indonesia, dengan tujuan menciptakan grup beridentitas global yang mampu menembus pasar Asia dan internasional. Nama "Papion" sendiri merupakan gabungan dari kata “papillon” (bahasa Prancis untuk kupu-kupu) dan “passion,” merepresentasikan transformasi, kebebasan, dan semangat para anggotanya.
BACA JUGA:NO NA: Girlband Indonesia yang Langsung Tembus Panggung Dunia
3 Negara, 6 Anggota, 1 Visi
Papion beranggotakan enam personel, masing-masing berasal dari negara berbeda:
- Jiwoo dan Sora dari Korea Selatan,
- Rina dan Miyu dari Jepang,
- Alya dan Nadya dari Indonesia.
Kombinasi ini menjadikan Papion sebagai salah satu girl group dengan keragaman budaya dan bahasa yang paling mencolok di antara pendatang baru tahun ini.
Meski berbeda latar belakang, keenam anggota Papion telah menjalani pelatihan bersama selama hampir dua tahun di Seoul, memperkuat kekompakan mereka dalam vokal, dance, dan panggung. Dalam setiap penampilannya, Papion berkomitmen untuk menampilkan sisi profesional sekaligus karakter unik masing-masing anggota.
Push the Button: Simbol Awal yang Berani
Single debut mereka, Push the Button, diproduksi oleh produser ternama Korea, dan mengusung konsep futuristik dengan sentuhan electro-pop. Lagu ini berbicara tentang mengambil kendali atas hidup dan tidak takut mengambil risiko—sebuah pesan yang cocok untuk grup yang berani menantang batas-batas budaya dan bahasa.
MV Push the Button yang dirilis di YouTube telah meraih lebih dari 2 juta penayangan dalam 48 jam, menampilkan visual megah dengan latar kota neon, koreografi tajam, serta wardrobe yang memadukan streetwear dengan elemen tradisional dari ketiga negara.
BACA JUGA:Kena Isu Perampasan Budaya, Girlband K-Pop diserang online
Harapan dan Rencana ke Depan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: