Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali, Gaji Kecil Menghantui Lulusan?

Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali, Gaji Kecil Menghantui Lulusan?

Jurusan kuliah yang paling banyak disesali-ilustrasi-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Memilih jurusan kuliah adalah salah satu keputusan terpenting dalam hidup. Bagi banyak orang, gelar sarjana adalah tiket menuju masa depan yang lebih cerah, dengan penghasilan yang jauh lebih tinggi dibanding lulusan SMA. 

Riset dari Pusat Pendidikan dan Tenaga Kerja Universitas Georgetown menunjukkan bahwa rata-rata pemegang gelar sarjana mendapatkan 84% gaji lebih banyak. 

Angka ini tentu sangat menggiurkan. Namun, realitanya tidak selalu seindah itu. Banyak lulusan yang justru menyesali pilihan jurusan mereka setelah memasuki dunia kerja, terutama karena prospek gaji yang tidak sesuai harapan.

Survei yang dilakukan oleh ZipRecruiter terhadap lebih dari 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan mengungkap fakta menarik. 

Ada beberapa jurusan kuliah yang identik dengan gaji kecil dan menjadi penyesalan terbesar bagi para alumninya. 

Artikel ini akan mengupas tuntas jurusan-jurusan tersebut, mengapa hal ini bisa terjadi, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat keputusan yang lebih bijak demi masa depan finansial yang lebih stabil.

BACA JUGA:

Mengapa Penyesalan Itu Muncul? Antara Passion dan Realita Gaji

Ketika memilih jurusan, seringkali kita didorong oleh passion atau minat pribadi. Mata kuliah yang menarik, topik yang mendalam, atau potensi untuk berkarya di bidang yang disukai menjadi pertimbangan utama. 

Namun, seperti yang diungkapkan oleh ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, passion saja tidak cukup untuk membayar tagihan. 

"Ketika hampir tidak dapat membayar tagihan Anda, gaji Anda terasa menjadi lebih penting," kata Buber, dikutip dari CNBC. 

Pernyataan ini sangat relevan di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan tuntutan finansial yang semakin besar.

Inilah akar masalahnya: kesenjangan antara idealisme saat menempuh pendidikan dan kenyataan pahit di dunia kerja. 

Beberapa jurusan, meskipun menawarkan kekayaan intelektual dan kepuasan pribadi, mungkin tidak selalu sejalan dengan kebutuhan pasar kerja akan keahlian yang dihargai dengan gaji tinggi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait