Pengepungan di Bukit Duri: Pecahkan Rekor, Bangkitkan Genre Aksi Dewasa Indonesia
Film Pengepungan di Bukit Duri--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Dalam lanskap perfilman Indonesia yang kerap didominasi oleh drama dan komedi, hadirnya film Pengepungan di Bukit Duri bagaikan letupan granat di medan yang tenang.
Disutradarai oleh sineas kenamaan Joko Anwar, film ini tidak hanya menyuguhkan ketegangan kelas wahid, tetapi juga berhasil memecahkan rekor sebagai film aksi-thriller dewasa terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia.
Menggeser The Raid, Torehkan Sejarah
Diluncurkan pada 17 April 2025, Pengepungan di Bukit Duri mencatatkan rekor fenomenal dalam 26 hari penayangannya dengan perolehan 1.851.315 penonton.
Capaian ini resmi melampaui rekor legendaris The Raid (2012) yang sebelumnya bertahan selama 13 tahun dengan jumlah 1.844.817 penonton.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian monumental, mengingat genre aksi-thriller dewasa di Indonesia selama ini kerap dianggap segmented dan sulit bersaing dengan film keluarga atau horor yang lebih populer.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Film Bertema Idul Adha, Tontonan Menarik Saat Kumpul Keluarga
BACA JUGA:JUMBO Geser KKN di Desa Penari, Pecahkan Rekor Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Sinergi Lokal dan Internasional
Film ini merupakan kolaborasi antara rumah produksi Come and See Pictures dan Amazon MGM Studios, menandai kerja sama internasional pertama Joko Anwar dengan studio Hollywood. Keberhasilan ini juga membuka peluang baru bagi industri film Indonesia untuk menembus pasar global dengan cerita lokal yang kuat.
Dibintangi oleh aktor-aktor berbakat seperti Morgan Oey, Omara Esteghlal, dan Hana Malasan, film ini membawa penonton pada sebuah pengepungan brutal yang terjadi di lingkungan padat Bukit Duri—sebuah latar fiktif yang merepresentasikan ketegangan sosial dan politik di kota besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: