Mengenal sebutan Amoy Singkawang, Perkuat Identitas Nasional

Mengenal sebutan Amoy Singkawang, Perkuat Identitas Nasional

Mereka menyebutku "Amoy"--

Singkawang dikenal sebagai kota dengan populasi etnis Tionghoa terbesar secara persentase di Indonesia.

Banyak warga Singkawang merupakan keturunan Tionghoa dari suku Hakka dan Hokkien yang telah menetap turun-temurun sejak masa perdagangan dan migrasi abad ke-18 hingga ke-19.

Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Hokkien dan Hakka masih digunakan oleh sebagian warga, khususnya generasi tua.

Dari sinilah istilah "Amoy" terus lestari dan menjadi identitas yang menonjol.

Bahkan, dalam budaya populer, istilah ini telah melekat untuk menyebut gadis-gadis muda dari Singkawang yang dikenal berwajah oriental, berkulit cerah, dan berpenampilan khas Tionghoa.

 

Budaya, Pariwisata, dan Citra Sosial

Popularitas istilah “Amoy” semakin kuat berkat peran pariwisata dan media sosial.

Perayaan Cap Go Meh Singkawang yang meriah setiap tahun sering menampilkan gadis-gadis berpakaian tradisional Tionghoa, yang disebut “Amoy Cap Go Meh.”

Penampilan mereka bukan hanya mempromosikan budaya Tionghoa, tapi juga memperkuat identitas khas Singkawang di mata publik nasional dan internasional.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa istilah ini kadang digunakan secara stereotipikal, bahkan berpotensi mengobjektifikasi perempuan Tionghoa.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa "Amoy" sejatinya adalah istilah kultural yang harus digunakan dengan hormat, bukan sekadar label visual atau eksotikasi semata.

BACA JUGA:Ramalan Shio 5 Juni 2025: Romansa Shio Kuda Menguat, Ujian Emosi Hadang Shio Kambing

BACA JUGA:Waspadai 5 Sifat Red Flag dalam Diri Sendiri yang Bisa Merusak Hubungan, Nomor 5 Paling Bahaya

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait