Ngeri! Kisah Nyata Penumpang Tak Kasat Mata di Kursi 12 A, Pengalaman Horor di Dalam Pesawat

Ngeri! Kisah Nyata Penumpang Tak Kasat Mata di Kursi 12 A, Pengalaman Horor di Dalam Pesawat

Ilustrasi: Pesawat itu lepas landas seperti biasanya, akan tetapi tidak semua penumpang yang ada dalam peswat berasal dari dunia nyata.--Freepik

Reza yang semakin penasaran, akhirnya memberanikan diri untuk menoleh pelan-pelan ke arah kirinya, ke bangku yang kosong. Tetapi benar, tak ada siapa-siapa yang duduk dibangku tersebut. 

Tapi setelahnya dengan jelas dirinya merasakan bau menyengat seperti daging terbakar. Ia mulai panik, tapi mencoba tetap tenang agar tidak menimbulkan kepanikan.

Reza semakin dibuat merinding ketika ada pramugari yang berjalan ke arah bangkunya, dan memandangi bangku kosong tersebut dan bertanya dengan nada pelan seperti berbisik.

Pramugari itu berkata "Penumpang di sebelah bapak, sudah pergi ya?".

Reza bingung dan menjawab dengan nada pasti, "Memang dari tadi kosong mbak".

Pramugari itu tampak kaget, lalu buru-buru pergi ke arah belakang kabin. Beberapa menit kemudian, ia kembali membawa sesuatu, selembar amplop lusuh, lalu meletakkannya di atas meja lipat kursi 12A dan berbisik, “Maaf, ini titipan seperti biasa.”

Reza nyaris pingsan oleh tingkah pramugari tersebut. Tidak ada siapa pun di kursi itu, tetapi pramugari itu bertingkah seolah sedang melayani penumpang yang tak terlihat.

BACA JUGA:Cerita Seram! Pengalaman Horor Kerja di Hotel Angker Jawa Tengah, Teror Penunggu Lantai 5 Bikin Merinding

BACA JUGA:Uji Nyali! Cerita Horor Makan Soto Ayam Gaib dan Mal Angker di Jogja, Suara Tapak Kuda Meneror Pengunjung

Gangguan Aneh di Udara

Ketika pesawat mulai memasuki wilayah berawan di atas Sulawesi, guncangan turbulensi terjadi. Semua lampu kabin tiba-tiba mati selama beberapa detik. Dalam kegelapan, Reza melihat bayangan samar duduk di kursi sebelahnya seperti siluet wanita, rambut panjang, tubuhnya basah kuyup, dan wajahnya menoleh ke arahnya secara perlahan.

Ketika lampu kembali menyala, kursi 12A sebelahnya kembali kosong, tetapi amplop di meja sudah terbuka. Isinya hanya secarik kertas bertuliskan tangan, “Saya pulang terlambat, tapi masih ingin ikut sekali lagi.”

Setelah pesawat mendarat, Reza langsung keluar tanpa menoleh lagi ke belakang. Saat turun, ia iseng bertanya pada salah satu kru, “Kursi 12A, ada penumpangnya nggak tadi malam?”

Kru tersebut hanya tersenyum tipis dan menjawab, “Kursi itu memang tidak dijual lagi sejak kecelakaan lima tahun lalu. Penumpang terakhirnya masih suka ikut, katanya.”

Sejak malam itu, Reza tidak pernah lagi memilih kursi tengah—dan selalu mengecek siapa yang duduk di sebelahnya. Karena di ketinggian ribuan kaki, kadang yang ikut terbang bukan cuma manusia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait