Indonesia Darurat Gula: Ancaman Kesehatan pada Anak
Konsumsi makanan dan minuman manis meningkat oleh anak-anak--
Ironisnya, di saat yang sama, pemerintah masih membuka keran impor sekitar 200.000 ton gula mentah demi menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan. Kebijakan ini memperlihatkan dilematisnya posisi pemerintah antara kebutuhan jangka pendek dan visi swasembada jangka panjang.
BACA JUGA:7 Manfaat Infused Water Buah Pear: Tingkatkan Sistem Imun dan Cegah Diabetes
Perlu Gerakan Nasional
Menghadapi darurat gula, Indonesia memerlukan langkah strategis dan terpadu. Literasi gizi harus menjadi agenda utama di sekolah, rumah tangga, dan ruang publik. Modernisasi industri gula dalam negeri perlu dipercepat, termasuk dukungan untuk petani tebu agar berdaya saing tinggi.
Lebih dari itu, reformasi tata kelola impor dan pengawasan industri makanan-minuman wajib ditegakkan secara transparan dan akuntabel.
Darurat gula bukan hanya persoalan angka konsumsi, tapi soal masa depan bangsa. Anak-Anak Indonesia berhak tumbuh sehat, dan negara wajib hadir memastikan bahwa kebutuhan gizi mereka tidak dikorbankan demi keuntungan jangka pendek industri. Kini saatnya bertindak, sebelum terlambat.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: