Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, dari Budi Utomo ke Indonesia Merdeka
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei-Freepik-
BACA JUGA:Gen Z Memilih Hidup Seimbang: Bukan Cuma Cari Uang, Tapi Juga Makna
Budi Utomo Awal Dari Perubahan
Budi Utomo lahir dari gagasan cemerlang Dr. Wahidin Soedirohoesodo, yang peduli pada pendidikan anak-anak pribumi.
Gagasannya disambut hangat oleh para pelajar STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputra), dan salah satu yang paling aktif adalah Dr. Soetomo.
Organisasi ini tidak bersifat radikal atau politis, tapi menekankan pentingnya kemajuan bangsa melalui pendidikan, pertanian, perdagangan, teknik, dan kebudayaan.
Meski tidak frontal melawan kolonialisme, Budi Utomo berhasil menyalakan semangat kebangsaan yang selama ini tertidur.
Ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional
Tahun 1948, Indonesia menghadapi tantangan serius, agresi militer Belanda yang belum mengakui kemerdekaan, serta konflik internal yang mengancam persatuan.
Dalam situasi genting inilah, Presiden Soekarno memutuskan untuk menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tepat di momen 40 tahun Budi Utomo.
BACA JUGA:Menyedihkan! 3,9 Juta Anak Indonesia Tak Bersekolah, Kemendikdasmen Beberkan Penyebabnya
BACA JUGA:Jadwal Libur Nasional Mei 2025: Dua Long Weekend Siap Menanti, Ini Rinciannya!
Penetapan ini bukan tanpa kritik, ada yang menganggap Budi Utomo terlalu “Jawa-sentris” dan kurang tegas terhadap penjajah. Namun tak bisa disangkal, organisasi inilah yang membuka jalan bagi lahirnya berbagai gerakan nasional lain.
Agar lebih resmi, penetapan ini kemudian ditegaskan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No. 1 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto.
Hari Kebangkitan Nasional lebih dari sekadar tanggal di kalender. Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil dari perjuangan panjang, bukan hadiah yang datang begitu saja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: