Antara Bill Gates dan Spektrum Sindrom Autisme
Bill Gates ditemani Kristi dan Libby, dua saudarinya saat sedang nostalgia bermain kartu--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Dalam memoarnya, Bill Gates mengungkapkan kepada publik bahwa dia merasa bahwa jika dia tumbuh dewasa sekarang, dia mungkin akan didiagnosis dengan spektrum autisme.
Sebelum bertemu di Seattle, wartawan BBC, Katie Razzall, pernah mewawancarai Bill Gates pada 2012.
Kala itu, Bill hampir tidak menatap mata Katie saat diwawancara tentang tujuannya melindungi anak-anak dari penyakit yang mengancam jiwa.
Tidak ada basa-basi sebelum wawancara.
BACA JUGA:Mengunjungi Rumah Masa Kecil Bill Gates dan Cara Kalahkan Pesaing
Buku tersebut memaparkan kemampuan Bill Gates untuk terlalu fokus pada subjek yang diminatinya, sifatnya yang obsesif, juga kesadaran sosialnya yang kurang.
Dia mengatakan di sekolah dasar dia menyerahkan laporan setebal 177 halaman tentang Delaware, mencoret brosur tentang negara bagian tersebut, bahkan mengirim amplop bermaterai yang ditujukan ke perusahaan-perusahaan lokal untuk meminta laporan tahunan mereka. Kala itu Bill berusia 11 tahun.
Kakak-kakaknya mengatakan kepada saya bahwa mereka tahu Bill berbeda.
Kristi, kakaknya, mengatakan dia bersikap protektif terhadap Bill. "Dia bukan anak biasa... dia akan duduk di kamarnya dan mengunyah pensil hingga habis," katanya.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Lokasi Uji Coba Vaksi TBC Bill Gates, Menkes: Bukan Kelinci Percobaan
Libby, saudara kandung Bill Gates yang merupakan seorang terapis, memberi tahu BBC bahwa dia tidak terkejut mendengar bahwa Bill meyakini dirinya berada dalam spektrum autisme. "Kejutannya lebih pada kesediaannya untuk mengatakan 'ini mungkin yang terjadi'," kata Libby.
Gates mengatakan bahwa ia belum memiliki diagnosis resmi dan tidak berencana untuk mendapatkannya. "Karakteristik positif bagi karier saya lebih bermanfaat daripada kekurangan yang menjadi masalah bagi saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: