Kisah Nyata! Cerita Horor Erina Tinggal di Kosan Berhantu, Setiap Malam Dibius Sampai Hamil
Kisah horor dibius setiap malam sampai hamil dan sosok penghuni kosan yang mengganggu-Youtube-Hirotada Radifan
Akhirnya Erina mencari kosan yang berada di dekat kampus untuk mempermudah mobilitasnya. Singkat cerita, Erina mendapatkan sebuah kosan yang ia inginkan meski dengan harga yang mahal (kosan khusus perempuan)
Ibu Erina awalnya tak menyetujui anaknya pergi karena merasa khawatir, namun demi masa depannya ia merelakannya dan menyanggupi dengan kosan yang dipilih oleh Erina.
Awal-awal kepindahannya dan tinggal dikosan tersebut, semua berjalan dengan lancar. Tak ada hal yang aneh di kosan. Berikut juga dengan perkuliahannya.
Seiring berjalannya waktu, sebagai anak muda yang jiwanya sedang bergejolak, Erina merasakan jatuh cinta dengan seorang laki-laki senior di kampusnya yang sudah dikenal sangat playboy.
Meski sudah diingati oleh teman-temannya bahwa pria (Vino) tersebut bukanlah anak baik-baik, Erina terkesan mengabaikan dan tetap saja membiarkan Vino mendekatinya.
Hingga pada akhirnya mereka menjalin sebuah hubungan, meski tanpa adanya status kepastian alias HTS (Hubungan Tanpa Status).
BACA JUGA:Horor Banget! Kisah Nyata Gangguan Jin Khanzab di Pesantren, Peristiwa Gaib dalam Shalat
Kehidupan Erina Berubah dan Sogokan Mang Ujang
Semenjak Erina menjalin hubungan dengan Vino, kehidupan Erina mulai berubah.
Erina sering diajak clubing sampai mabuk, hingga selalu pulang pagi. Akibatnya, Erina sering bangun siang hingga kuliahnya berantakan.
Karena sering pulang pagi dalam keadaan mabuk, namun agar tak dilaporkan ke ibu kos, akhirnya Erina suka memberikan uang rokok ke Mang Ujang yang merupakan penjaga kosan dan juga pembersih di kosan.
Karena sering pulang dalam keadaaan mabuk, Erina pernah mengalami kejadian seram sewaktu tiba di kosan, meski ia menyangkal bahwa yang ia lihat hanyalah kehaluan.
Pernah sewaktu malam ia pulang dari clubing dengan Vino, Erina melihat sosok seperti wanita yang sering memperhatikannya dari lantai dua kosan, sedangkan Erina tinggal di lantai satu.
Merasa selalu dilihat setiap kali pulang, Erina mengabaikannya dan berjalan nunduk untuk menuju kamarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: