Kisah Horor Nyata Ritual Manten Tebu, Rahasia Makmur Desa Pabrik Gula

Kisah Horor Nyata Ritual Manten Tebu, Rahasia Makmur Desa Pabrik Gula

Menceritakan pengalaman horor kisah nyata Nisa atas kehidupannya yang dianggap pembawa sial usai menjalani prosesi manten tebu.-Youtube-Hirotada Radifan

Singkat cerita, waktu prosesi ritual manten tebu berjalan dengan lancar. Nisa dan pasangannya bisa melakukan ritual dengan baik.

Namun secara mendadak, bukannya menjadi hal yang baik tetapi justru malah merubah suasanya yang sebelumnya warga merasa baik menjadi mencekam bahkan sampai ada penampakan leluhur.

Dimalam itu, Nisa dan pasangannya dilarang untuk pulang karena dianggap pembawa sial hingga banyak alat-alat penggiling rusak dan proses penggilingan tak berjalan baik.

Banyak kejadian horor yang menimpa Nisa, mulai dari penampakan sosok wanita berbaju putih nampak di pohon yang saat itu ia pandang di waktu tengah malam. Kemudian sosok wanita berbaju manten yang melotoo dirinya saat hendak kabur. Bahkan kendaraan yang ia naiki dengan pasangannya untuk kabur mati secara mendadak di tengah kebun tebu.

Suasanya makin mencekam ketika mereka berdua untuk memberanikan diri, ternyata mereka melihat sosok seram yang membuat mereka kabur. Dalam pelariannya mereka akhirnya tertangkap.

Tadinya mereka dilarang pergi, sebelum mendapatkan hukuman dari warga desa tersebut untuk menghilankan bala.

Akan tetapi sebuah fakta mengejutkan terungkap, kesialan yang dialami oleh desa tersebut ternyata akibat kelalaian dari istri adiknya Nisa yang mengikuti proses ritual dalam keadaan hamil. Meski awalnya mereka tidak mengetahu, dan ketika pulang baru istri sang adik merasa dirinya mengandung.

Fakta horor lainnya, arwah seram wanita tersebut membocorkan, sebelum ritual terjadi, pada malam harinya pasangan Nisa melakukan hal tak senonoh dengan adik Nisa sendiri di kebun tebu.

Ternyata memang sengaja adik Nisa melakukan itu agar merasa sakit hati tidak dipilih namun justru malah Nisa yang dipilih setelah 4 tahun dirinya selalu menjadi wanita pengantin tebu.

Akhirnya setelah kejadin itu, pasangan Nisa ditahan dan dilakukan hukuman pukul tebu. Bahkan sang adik dikabarkan meninggal dunia karena seakan diminta untuk menjadi tumbal oleh arwah wanita tersebut. Nisa memilih untuk pergi meninggal semua, termasuk pasangannya yang ditahan dan kembali ke Jogja karena merasa tak kuat dengan kejadia ini.

Singkat cerita, setelah bertahun-tahun akhirnya desa tersebut yang tadinya makmur menjadi desa yang hampir tak terurus karena kegiatan penggilingan pabrik gula sudah terhenti. Dan sang adik Nisa yang laki-laki sudah tidak menjadi petinggi di pabrik gula tersebut yang menggantikan posisi Bapak Nisa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait