Kisah Horor Nyata Ritual Manten Tebu, Rahasia Makmur Desa Pabrik Gula

Kisah Horor Nyata Ritual Manten Tebu, Rahasia Makmur Desa Pabrik Gula

Menceritakan pengalaman horor kisah nyata Nisa atas kehidupannya yang dianggap pembawa sial usai menjalani prosesi manten tebu.-Youtube-Hirotada Radifan

Meski ia berhasilkan, namun sang ibu meninggal dunia. Dan tidak hanya itu, proses penggilingan tidak berjalan lancar karena banyak mesin yang rusak.

Nisa yang saat itu masih kecil sudah dianggap sebagai pembawa sial hingga bapaknya tak mau mengurusinya. Dan akhirnya Nisa dirawat oleh neneknya.

Nasib sial terus membayangi Nisa, sampai akhirnya secara tiba-tiba sang nenek tewas usai tertiban dahan pohon saat badai besar. Yang akhirnya banyak yang mengaitkan dengan Nisa.

Nisa memiliki ibu tiri yang juga ternyata tidak baik, dan hanya mencintai bapaknya karena duitnya. Dari hubungan baru, Nisa memiliki 4 adik yang terdiri dari 2 laki-laki da 2 perempuan.

Karena merasa sendiri, Nisa sering mengunjungi makan ibu serta neneknya bahkan tak jarang sampai tertidur di makan tersebut.

BACA JUGA:Teman Cerita Horor Hirotada Radifan soal Uang Goib, Plot Twist Tak Terduga dari Dendam Ibu

Nisa Dijadikan Manten dan Sebuah Rahasia Terbongkar

Setelah dewasa, Nisa memutuskan untuk meninggalkan desa tersebut dan memilih untuk merantau ke daerah Jogja. Di sana Nisa memulai kehidupan barunya hingga pada akhirnya tak terasa sudah 7 tahun ia merantau tanpa pulang kerumah.

Saat itu, Nisa memiliki seorang kekasih yang sangat baik dan berencana untuk menikah. Keseriusan ini sudah bulat, akhirnya Nisa dan pasangannya ke desa tersebut setelah bertahun-tahun lamanya tak pulang. Akan tetapi rencananya pulang untuk meminta bapaknya sebagai wali dalam pernikahannya.

Setibanya dirumah, Nisa dan pasangannya bertemu dengan keluarganya. Ada tanggapan sinis dari dan tidak suka atas kehadiran mereka.

Saat itu, Nisa dan pasangannya menyampaikan maksudnya kepada bapak, namun alangkah kagetnya ketika Nisa mendapat perlakuan baik dari bapaknya. Yang menbuat dirinya terlena hingga merubah rencananya dari hanya sehari menjadi menginap di desa tersebut.

Bapak Nisa yang dulunya galak bahkan tak menginginkan dirinya, kini sangat ramah dan menyanggupi sebagai wali nikah. Bahkan bapaknya menyuruh Nisa serta pasangannya untuk beristirahat dulu sehari karena sudah lama tak bertemu dan bahkan bertepatan dengan musim penggilingan tebu.

Nisa yang merasa senang dan kaget dengan sikap baik bapaknya, memutuskan untuk mengikuti perintahnya. Akhirnya Nisa tidur dirumah kecilnya, dan pasangannya tidur di rumah adik Nisa yang sudah menikah.

Saat itu, Nisa diminta juga oleh bapaknya sebagai pengantin dalam ritual manten tebu yang selama ini dilakukan oleh Sari adik tiri dari Nisa. Ternyata seiring dengan perkembangan waktu, ritual manten tebu dari hanya batang tebu menjadi orang sesungguhnya. Namun bukan untuk ditumbal tetapi sebagai pembawa tebu untuk digiling.

BACA JUGA:Karang Cerita Horor Demi Cuan, Masinis Gadungan di Podcast Lentera Malam Ditangkap

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait