Shin Tae-yong Tampil Sebagai Cameo dalam Film Horor Komedi Ghost Soccer: Bola Mati

Shin Tae-yong Tampil Sebagai Cameo dalam Film Horor Komedi Ghost Soccer: Bola Mati

Shin Tae-yong/ilustrasi-tangkapan layar-Instagram:@433

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Setelah resmi dipecat dari posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal Januari 2025, Shin Tae-yong ternyata tak langsung kembali ke Korea Selatan

Mantan pelatih yang dikenal membawa Indonesia naik peringkat hingga 50 posisi di FIFA tersebut, kini justru tengah disibukkan dengan kegiatan syuting film di Indonesia.

Shin Tae-yong terlihat sedang menjalani proses syuting film berjudul “Ghost Soccer: Bola Mati”. 

Lokasi syuting ini dilaksanakan pada hari Minggu (19/10/2025) di kawasan Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam proses syuting tersebut, Shin Tae-yong tampil sebagai cameo, atau tokoh yang hanya tampil singkat.

Menurut salah satu eksekutif produser dari SBK, Budi Yulianto, keterlibatan Shin Tae Yong di film ini adalah sesuatu yang luar biasa. 

"Kami merasa beruntung bisa mengajak Coach Shin Tae-yong untuk ikut berperan di film ini. Ini kesempatan yang luar biasa," ungkap Budi Yulianto.

BACA JUGA:

Film “Ghost Soccer: Bola Mati” merupakan kolaborasi produksi dari Sinemata Buana Kreasindo (SBK) dan Multi Buana Kreasindo (MBK). 

Film ini mengusung genre horor komedi yang dikemas secara unik. Film ini dibintangi oleh Berliana Lovel, Samuel Rizal, Damara Finch, Fajar Nugra, Rin Hermana, Aden Bajaj, Iyan Darmawan, dan Mastur, dengan disutradarai oleh Jay Sukmo.

Sinopsis “Ghost Soccer: Bola Mati”

Film ini mengisahkan perjuangan Dondi, Arif, dan Indra, tiga anak muda yang tinggal di area pemakaman. 

Mereka berprofesi sebagai penjual bunga tabur dan memiliki mimpi besar untuk bermain sepak bola di lapangan mewah milik tim elit Super FC. 

Namun, impian mereka terasa mustahil karena mereka hanya bisa menyaksikan lapangan tersebut dari balik pagar pemakaman. Sementara itu, Super FC dikenal sebagai klub arogan yang selalu menghina lawan-lawannya.

Suatu hari, kemarahan Dondi, Arif, dan Indra memuncak. Dalam aksi frustrasi, mereka menendang sebuah bola tua yang tak sengaja merobohkan nisan milik Baron Permana, seorang legenda sepak bola yang telah lama meninggal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait