Mengupas Sejarah Barongsai: Warisan Budaya Tiongkok yang Tetap Hidup di Perayaan Imlek
Pertunjukan Barongsai -Foto : Ilustrasi/Freepik-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Barongsai adalah seni pertunjukan tradisional dari Tiongkok yang dimainkan dengan menggunakan sarung menyerupai singa.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa melambangkan keberanian, kekuatan, kebijakan, dan keunggulan.
Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dipercaya sebagai simbol pembawa keberuntungan, terutama saat perayaan Imlek dan berbagai acara kebudayaan lainnya.
Sejarah dan Asal Usul Barongsai
Barongsai memiliki akar sejarah yang sangat panjang, dimulai sejak era Dinasti Qin pada abad ke-3 SM. Popularitasnya kemudian semakin meningkat pada masa Dinasti Selatan-Utara (420–589 Masehi).
Menurut legenda, seorang panglima bernama Zhong Que menciptakan boneka singa untuk mengusir pasukan gajah musuh. Boneka ini menjadi inspirasi awal dari tarian Barongsai yang kita kenal saat ini.
Pada masa Dinasti Tang (618–907 Masehi), seni pertunjukan Barongsai mulai dikenal luas di kalangan masyarakat. Tarian ini bahkan sering ditampilkan dalam acara-acara resmi istana untuk menghormati tamu-tamu penting.
Selama berabad-abad, Barongsai terus berkembang, mengadopsi berbagai elemen budaya dari wilayah Tiongkok yang berbeda.
- BACA JUGA:Profil Brigjen Pol Yusri Yunus, Eks Kabid Humas Polda Metro Tutup Usia, Dimakamkan di TPU Tanah Kusir
- BACA JUGA:Daftar Peringatan Tanggal 20 Januari 2025: Hari Penerimaan hingga Hari Martin Luther King
Barongsai memiliki dua jenis utama yang berbeda berdasarkan gaya dan bentuknya:
1. Singa Utara (Peking Sai)
Jenis ini memiliki bulu tebal berwarna kuning atau merah dan dilengkapi dengan kepala yang besar. Atraksi Singa Utara sering kali melibatkan gerakan akrobatik seperti berjalan di atas tali atau bola. Pada masa lalu, Singa Utara biasanya digunakan untuk menghibur keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan.
2. Singa Selatan
Jenis ini lebih sering ditemui di Indonesia. Singa Selatan memiliki ciri khas berupa kepala yang dihias dengan tanduk dan bulu yang mencolok. Tarian Singa Selatan dibagi menjadi dua gaya utama:
Fut San (Fo Shan): Gaya ini menonjolkan gerakan yang kuat dan bersemangat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: