Pemerintah Uji CNG Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah dan Kurangi Impor Energi
--
radarpena.co.id - Pemerintah mulai mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kajian tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba, khususnya untuk pengembangan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kg.
BACA JUGA:LPG 12 Kg Sudah Naik, Nasib Gas Melon 3 Kg Segera Menyusul? Ini Penjelasan Pemerintah
Uji Coba Tabung CNG Mini Sedang Berjalan
Menurut Bahlil, penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru. Gas ini sudah lama dimanfaatkan di sektor industri seperti hotel, restoran, hingga program pemerintah.
Namun, selama ini CNG lebih banyak digunakan dalam tabung berkapasitas besar, di atas 10 hingga 20 kilogram.
Kini, pemerintah tengah mengembangkan versi mini yang bisa digunakan rumah tangga.
“Untuk ukuran 3 kilogram masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar,” ujar Bahlil usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menyebut tekanan gas CNG mencapai 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibanding LPG, sehingga membutuhkan teknologi tabung yang lebih kuat dan aman.
Hasil uji coba ditargetkan bisa diketahui dalam 2–3 bulan ke depan.
Berpotensi Gantikan LPG Secara Bertahap
Jika hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang untuk melakukan konversi bertahap dari LPG ke CNG, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.
BACA JUGA:Daftar Harga LPG Terbaru Mei 2026, Ada Kenaikan?
Langkah ini dinilai strategis mengingat Indonesia masih bergantung pada impor LPG untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Bahan Baku Melimpah dari Dalam Negeri
Salah satu keunggulan utama CNG adalah sumbernya yang tersedia melimpah di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: