Pemerintah Uji CNG Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah dan Kurangi Impor Energi
--
Bahlil mengungkapkan pemerintah juga telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.
Dengan demikian, penggunaan CNG diharapkan dapat:
- Mengurangi impor energi
- Meningkatkan kemandirian energi nasional
- Menekan beban subsidi pemerintah
Lebih Murah hingga 30 Persen
Dari sisi ekonomi, CNG dinilai lebih efisien. Pemerintah memperkirakan harga CNG bisa sekitar 30 persen lebih murah dibanding LPG.
BACA JUGA:Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah gunakan metode Sling Load
Hal ini karena:
- Tidak bergantung pada impor
- Biaya distribusi lebih rendah
- Pasokan berasal dari dalam negeri
Skema Subsidi Masih Dikaji
Meski berpotensi lebih murah, pemerintah masih mengkaji kemungkinan pemberian subsidi untuk CNG.
Menurut Bahlil, skema subsidi, termasuk besaran dan volumenya, masih dalam tahap pembahasan.
“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi,” katanya.
Siap Dikembangkan Secara Nasional
Saat ini, penggunaan CNG dalam skala besar sudah berjalan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa secara teknologi, CNG dinilai siap untuk diperluas.
BACA JUGA:Terminal LPG Tanjung Sekong: Tulang Punggung 40% Kebutuhan LPG Nasional
Pengembangan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan energi yang lebih murah, bersih, dan mandiri.
Jika uji coba berhasil, masyarakat berpotensi menikmati alternatif energi yang lebih hemat sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: