Viral! Film Dokumenter Pesta Babi yang Bongkar Sisi Gelap PSN di Papua, Begini Cara Nontonnya
Viral! Film Dokumenter Pesta Babi yang Bongkar Sisi Gelap PSN di Papua, Begini Cara Nontonnya--
radarpena.co.id - Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme menjadi sorotan masyarakat Indonesia saat ini. Film dokumenter ini tayang ditempat nonton barang (nobar) di sejumlah daerah.
Film Pesta Babi: Kolonialisme karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale tidak tayang di bioskop ataupun berbagai platform streaming. Penayangannya dilakukan secara terbatas melalui komunitas dan jaringan pemutaran khusus dari rumah produksi WatchDoc.
Penyanyi Rayen Pono menjadi salah satu yang ikut menggelar nobar film tersebut bersama sejumlah rekannya di Tangerang Selatan. Ia mengungkapkan bahwa akses menonton film bisa diperoleh dengan menghubungi pihak penyelenggara melalui email.
“Awalnya dari temanku, David. Katanya, ada film Pesta Babi ini lho. Ya sudah, kita kumpulkan sahabat-sahabat, nonton,” kata Rayen Pono, hari Jumat 15 Mei 2026.
BACA JUGA:Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Alami Kecelakaan Maut di Jalur Solok Selatan-Padang
BACA JUGA:Viral! Motor Terobos Barikade Bandoeng 10K di Bandung, Lalu Lintas Asia Afrika Sempat Chaos
Menurut Rayen, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk memperoleh akses pemutaran film dokumenter tersebut. Salah satu syarat utama adalah jumlah penonton minimal sepuluh orang.
“Kita email, terus mereka kasih tahu langkahnya. Nah, syaratnya yang nonton minimal 10 orang,” ujar Rayen Pono.
Selain itu, pihak penyelenggara juga meminta identitas host atau komunitas yang mengadakan nobar, termasuk dokumentasi kegiatan saat pemutaran berlangsung.
“(Syarat) itu kayaknya hanya untuk kepentingan administratif sih,” imbuh pelantun lagu Tanya Hati tersebut.
BACA JUGA:Resahkan Warga! Manusia Silver Bawa Pisau Ancam Pengendara Mobil di Denpasar Bali
BACA JUGA:Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Jerome Polin: Jujur, Saya Takut dan Sedih
Rayen memastikan bahwa tidak ada biaya resmi untuk bisa akses menonton film Pesta Babi. Penonton dapat menyaksikan film secara gratis, meskipun terdapat imbauan donasi sukarela.
“Free, cuma ada imbauan lah kalau bisa ada sedikit kita kumpulin seikhlasnya, untuk dikirim ke sana (Papua),” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: