Gunung Bromo Ditutup Sementara Usai Libur Lebaran 2026, Ternyata Ini Alasannya
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru-(Dokumen Istimewa)-
Radarpena.co.id - Kawasan wisata Gunung Bromo resmi ditutup sementara oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sebagai upaya pemulihan lingkungan pascalonjakan wisatawan saat libur Idul fitri.
Penutupan ini diberlakukan mulai Senin, 6 April 2026 hingga Minggu, 12 April 2026 pukul 10.00 WIB. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas kunjungan wisata tidak diperkenankan.
Kebijakan ini diambil setelah meningkatnya jumlah pengunjung secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Tingginya mobilitas wisatawan dinilai memberikan tekanan terhadap kondisi alam, sehingga diperlukan waktu khusus agar ekosistem dapat pulih secara alami.
"Melalui penutupan ini, akan menjadi kesempatan bagi alam untuk bernapas. Sekaligus ruang bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam pengelolaan kawasan yang lebih berkelanjutan," ungkap Ketua Tim Departemen Humas Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara.
Beberapa dampak yang menjadi perhatian pengelola meliputi rusaknya vegetasi akibat lalu lintas kendaraan di area wisata, meningkatnya sampah, serta penurunan kualitas udara.
BACA JUGA : Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka 13 April, Pendaki Wajib Pakai Gelang RFID
BACA JUGA : Libur Lebaran 2026 !! Tercatat IKN Diserbu Sebanyak 352 Ribu Pengunjung
Sebagai respons atas kondisi tersebut, pihak pengelola mengambil langkah tegas dengan menutup total akses wisata.
Penutupan ini bukan hanya untuk membatasi kunjungan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai periode pembenahan kawasan.
Selama masa tersebut, berbagai kegiatan akan dilakukan, mulai dari pembersihan area, perbaikan fasilitas, hingga program konservasi lingkungan.
"Kerusakan vegetasi seperti rumput akibat terlindas kendaraan, pencemaran sampah akibat aktivitas dalam kawasan, hingga polusi udara menjadi alasan utama langkah ini diambil," jelasnya.
Selain itu, pelaku jasa wisata seperti sopir jip dan pemandu juga akan mendapatkan pelatihan khusus.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus mendorong praktik pariwisata yang lebih tertib dan ramah lingkungan ke depannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: