Mengenal Festival Kue Bulan 2025: Tradisi Penuh Makna di Bawah Sinar Purnama

Mengenal Festival Kue Bulan 2025: Tradisi Penuh Makna di Bawah Sinar Purnama

Mooncake Festival 2025--pontianakinfo

PONTIANAK, RADARPENA.CO.ID - Setiap tahun, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival, sebuah tradisi bersejarah yang sarat makna dan kehangatan keluarga.

Perayaan yang juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) ini selalu menjadi momen yang paling dinantikan untuk berkumpul, berbagi kue bulan, dan menikmati indahnya bulan purnama.

Tak hanya sekadar pesta kuliner, Festival Kue Bulan juga merupakan simbol kesatuan, keharmonisan, dan rasa syukur.

Ribuan tahun tradisi ini terus dijaga sebagai wujud penghormatan terhadap bulan serta rasa terima kasih atas panen yang melimpah.

BACA JUGA:Kota dan Negara yang Berikan Fasilitas Transportasi Umum Gratis, Bikin Wisata Makin Hemat!

Apa Itu Festival Kue Bulan?

Mengutip dari China Highlights, Festival Kue Bulan dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 dalam kalender Imlek, saat bulan berada pada fase purnama paling bulat dan terang. Tahun 2025 ini, festival tersebut jatuh pada Senin, 6 Oktober 2025.

Pada malam itu, masyarakat Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga, menyalakan lentera, dan menyantap kue bulan (mooncake) di bawah sinar bulan purnama.

Kue bulan yang berbentuk bulat melambangkan kesempurnaan dan kebersamaan keluarga, dengan berbagai isian lezat seperti pasta kacang merah, biji teratai, kuning telur asin, hingga kacang hijau.

Perayaan Festival Kue Bulan 2025 di Indonesia

Di Indonesia, suasana Festival Kue Bulan begitu semarak di berbagai kota besar seperti Pontianak, Singkawang, Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Perayaan biasanya dimeriahkan dengan festival lentera, parade budaya Tionghoa, pertunjukan musik tradisional, hingga bazar kuliner khas Tiongkok.

Tak sedikit pula masyarakat non-Tionghoa yang turut meramaikan, menjadikan festival ini sebagai momen kebudayaan lintas etnis yang mempererat persaudaraan dan toleransi.

Sejarah dan Makna Filosofis Festival

Festival Kue Bulan memiliki sejarah panjang lebih dari 3.000 tahun, bermula dari masa Dinasti Zhou di Tiongkok kuno.

BACA JUGA:Festival Lampion Jogja 2025: Ribuan Lentera Indah Bakal Hiasi Pantai Parangtritis

Dahulu, masyarakat melakukan upacara penghormatan kepada Dewa Bulan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: