Jelajah Kearifan Lokal di Desa Wisata Watumanu NTT, Bhumi Vastra

Jelajah Kearifan Lokal di Desa Wisata Watumanu NTT, Bhumi Vastra

Desa wisata Watumanu--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Terletak di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Desa Wisata Watumanu menyimpan kekayaan budaya dan keindahan alam yang memikat. Desa ini merupakan salah satu destinasi unggulan di Flores yang menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, terutama melalui Kampung Adat Gurusina yang legendaris.

 

Kampung Adat Gurusina: Jejak Megalitikum yang Hidup

Kampung Adat Gurusina menjadi ikon utama Desa Watumanu. Kampung ini sudah berusia lebih dari 500 tahun dan tetap mempertahankan bentuk rumah adat, struktur sosial, serta tradisi leluhur. Terletak di kaki Gunung Inerie, suasana kampung terasa sejuk dan sakral. Terdapat 32 rumah adat yang dihuni oleh tiga suku utama, masing-masing dengan struktur dan peran adat yang masih terjaga.

BACA JUGA:Promo Dufan Mei 2025, Harga Tiket Masuk Cuma Rp100 Ribuan! Cek Cara Mendapatkannya

Rumah-rumah tersebut dibangun menggunakan kayu, bambu, dan atap dari alang-alang, serta menyimpan pusaka-pusaka adat yang digunakan dalam upacara tradisional. Wisatawan dapat belajar tentang filosofi kehidupan masyarakat Ngada yang menjunjung tinggi hubungan antara manusia, alam, dan leluhur.

BACA JUGA:Transformasi Luar Biasa, 4 Kota di NTT yang Berkembang Pesat

Atraksi Budaya dan Tradisi yang Mengakar

Desa Watumanu menyuguhkan berbagai atraksi budaya yang unik, di antaranya:

  • Upacara Reba: Ritual syukur kepada leluhur yang dilaksanakan setiap awal tahun.
  • Tarian Ja’i: Tarian komunal yang menggambarkan kebersamaan dan kekuatan komunitas.
  • Proses Menenun: Pengunjung dapat menyaksikan proses tenun dengan pewarna alami.
  • Wela Mak: Permainan tradisional berupa gasing dari kayu.
  • Musik Tradisional: Suling bambu dan musik rakyat kerap dimainkan dalam penyambutan tamu.

 

Inovasi Tenun: Bhumi Vastra

Watumanu juga menjadi tempat lahirnya inovasi produk tenun "Bhumi Vastra", hasil kolaborasi masyarakat lokal dengan peserta Kemah Budaya Kaum Muda. Produk ini menampilkan motif khas Ngada dengan teknik pewarnaan alami, dikembangkan menjadi busana dan aksesori seperti tas, topi, dan dompet yang siap dipasarkan secara luas.

BACA JUGA:Wisata Alam Sevillage Cipanas: Serunya Glamping dan Wahana Instagramable di Kaki Gunung Pangrango

Fasilitas dan Aksesibilitas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: