Jalankan Transformasi Pendidikan, Bukti Nyata ' AI Plus Education ' di China Diterapkan

Jalankan Transformasi Pendidikan, Bukti Nyata ' AI Plus Education ' di China Diterapkan

--

 

Perubahan-perubahan ini dibangun berdasarkan investasi selama bertahun-tahun dalam pendidikan digital. China telah mencapai konektivitas internet di seluruh sekolah dasar dan menengah pada 2020, yang menjadi fondasi bagi pengadopsian alat pembelajaran digital secara lebih luas. Saat ini, AI semakin dipandang sebagai langkah berikutnya dalam transformasi tersebut.

Teknologi ini juga membantu menjembatani apa yang selama ini dianggap sebagai keseimbangan yang sulit diraih antara pendidikan terstandardisasi dan pembelajaran individual.

Bagi Wakil Menteri Pendidikan China Wang Jiayi, hal ini menunjukkan arah masa depan pendidikan.

 

Alih-alih menggunakan model yang sama untuk semua siswa, pendidikan masa depan akan menyediakan jalur pembelajaran individual yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa, dengan fleksibilitas yang lebih besar, kemandirian peserta didik, evaluasi yang beragam, serta pengajaran yang dipersonalisasi semakin mudah diwujudkan, kata Wang.

 

Namun, para pendidik mengingatkan bahwa AI masih jauh dari sempurna. Sistem saat ini mungkin kesulitan untuk mengevaluasi secara akurat jenis tulisan tertentu, seperti esai perjalanan, atau menilai proses penalaran siswa dalam beberapa soal matematika. 

Interoperabilitas data antara berbagai platform AI juga masih menjadi tantangan di beberapa bidang.

"Justru karena itulah peran guru tidak berkurang, melainkan semakin diperkuat," kata Wu Chunhui, wakil kepala sekolah di Sekolah Menengah No. 13 Beijing. "AI adalah alat bantu. AI tidak dapat menggantikan guru dalam memberikan bimbingan berbasis nilai, menginspirasi siswa secara intelektual, atau berinteraksi menggunakan empati dengan siswa dalam situasi yang kompleks."

Liu Jizhong, kepala sekolah di Sekolah Menengah Atas No. 35 Beijing, meyakini bahwa guru akan semakin berperan sebagai perancang pengalaman belajar, pengawas penggunaan AI, serta penjaga etika teknologi, bukan sekadar penyalur pengetahuan.

 

Bagi para pendidik, teknologi bukanlah tujuan akhir. 

Sebaliknya, AI dipandang sebagai alat untuk membantu menjadikan pendidikan berkualitas lebih mudah diakses, sembari tetap menempatkan perkembangan siswa secara menyeluruh sebagai pusat pembelajaran.

Seperti yang disampaikan Yao Xiaoying, kepala sekolah di Sekolah Dasar Bahasa Asing yang berafiliasi dengan Shenzhen University Education Group, "teknologi hanyalah pencetus. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: