Sony Bakal Alihkan Game Fisik PlayStation ke Digital
Game SonyPlaystation bakal beralih--
Radarpena.co.id - Tekno Sony dikabarkan akan mengalihfungsikan salah satu pabrik cakram (disc) gim PlayStation (PS) di Austria seiring rencana perusahaan untuk beralih dari format game fisik menjadi sepenuhnya ke bentuk digital.
Sebagaimana dilaporkan Engadget pada Jumat (3/6) waktu setempat, Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) telah menginvestasikan sekitar 30 juta euro atau sekitar Rp617 miliar untuk mengonversi pabrik cakram di Thalgau, Austria, menjadi fasilitas produksi lensa mikro optik.
Langkah tersebut telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu, namun baru disampaikan kepada para pekerja pada 1 Juli, bertepatan dengan pengumuman Sony mengenai rencana penghentian distribusi cakram gim PlayStation secara bertahap mulai Januari 2028.
Lensa mikro optik merupakan komponen yang digunakan untuk memanipulasi cahaya dan banyak dimanfaatkan pada sensor kamera, perangkat augmented reality (AR), virtual reality (VR), jaringan serat optik, hingga peralatan medis.
Saat ini, pabrik Thalgau memproduksi sekitar 600.000 cakram setiap hari. Sekitar setengah dari angka tersebut digunakan untuk kebutuhan gim PlayStation.
CEO Sony DADC Dietmar Tanzer memperkirakan produksi cakram di fasilitas tersebut akan turun drastis hingga menjadi 10 persen dari kapasitas saat ini pada 2028.
Pabrik Thalgau memiliki peran penting dalam bisnis media optik Sony karena selain menjadi fasilitas produksi cakram, lokasi tersebut juga merupakan kantor pusat Sony DADC.
Sebelumnya, Sony DADC juga pernah mengoperasikan fasilitas produksi massal di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat, yang menghasilkan sekitar 23 miliar cakram sepanjang periode 1983 hingga penutupannya pada 2022.
Meski lini produksi cakram akan dikurangi secara signifikan, Dietmar memastikan sekitar 300 karyawan yang saat ini bekerja di pabrik Thalgau akan tetap dipertahankan.
Para pekerja di sana akan mendapatkan pelatihan produksi lensa mikro optik, yang direncanakan mulai diproduksi di pabrik tersebut pada tahun depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: