Membuat Pabrik di Amerika, Raksasa Smartphone Malah Gagal Total
Raksasa Smartphone tutup pabrik karena kalah bersaing dan tuntutan tarif--
BACA JUGA:Samsung Galaxy S25 FE Siap Rilis Lebih Awal, Ini Bocoran Spesifikasi dan Tanggal Peluncurannya
Di antara tantangan terbesar adalah pelatihan dan mempertahankan karyawan. Para pekerja memiliki banyak pilihan lain, seperti pekerjaan di ritel atau layanan makanan, sehingga sulit untuk menarik dan mempertahankan staf. Sementara itu, sifat spesifik dari pekerjaan tersebut justru membuatnya semakin sulit.
"Mungkin ada beberapa ratus komponen (ponsel), dan ukurannya sangat kecil. Kebanyakan orang sama sekali tidak terbiasa dengan pekerjaan semacam itu di AS Kami harus melatih orang-orang untuk jenis pekerjaan spesifik itu," paparnya.
BACA JUGA:Google Resmi Luncurkan Mode AI di Widget Pencarian Android: Fitur Pintar Cara Mencari Infomasi
Situasinya berbeda di China, di mana pasar tenaga kerja untuk merakit HP berlimpah dan sektor manufaktur berkembang pesat. Tahun 2023, sekitar 123 juta orang bekerja di sektor manufaktur di China. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: