VALORANT Game Changers Pacific 2025 Resmi Kembali, Tim Terbaik Asia Bertarung Rebut Tiket Kejuaraan Dunia

VALORANT Game Changers Pacific 2025 Resmi Kembali, Tim Terbaik Asia Bertarung Rebut Tiket Kejuaraan Dunia

Tahun ini, babak final Game Changers Pacific akan diadakan secara langsung di Bangkok, Thailand, pada tanggal 6–12 Oktober 2025. --Valorant Esports

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kompetisi paling bergengsi untuk tim wanita di kancah esports kembali hadir. 

VALORANT Game Changers Pacific 2025 siap digelar dan akan mempertemukan delapan tim terbaik dari kawasan Asia Pasifik, yang akan bertarung memperebutkan tiket ke Game Changers Championship dunia pada akhir tahun nanti.

Tahun ini, babak final Game Changers Pacific akan diadakan secara langsung di Bangkok, Thailand, pada tanggal 6–12 Oktober 2025. 

Selama tujuh hari penuh, pertandingan intens akan berlangsung, memperlihatkan aksi para pemain terbaik dari regional Korea, Jepang, Asia Tenggara (SEA), Oseania, hingga Asia Selatan.

Turnamen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kompetitif para pemain perempuan di ekosistem VALORANT, memperkuat misi Riot Games dalam memberikan panggung global bagi talenta wanita yang selama ini telah berlatih dan bersaing di liga lokal masing-masing.

BACA JUGA:Valorant Rilis Map Negara Thailand untuk Team Deatmatch Mode

BACA JUGA:RRQ Resmi Angkut Cahya 'Monyet' Nugraha di Divisi Valorant, Pemain Penuh Semangat juang!

Format dan Jalur Menuju Game Changers Pacific 2025

Sebelum mencapai panggung utama di Bangkok, para tim dari seluruh Asia Pasifik lebih dulu melewati babak Game Changers Split 2. 

Turnamen ini berperan sebagai babak kualifikasi resmi dan menentukan siapa saja yang pantas melaju ke tingkat pan-regional.

Hanya 8 tim terbaik dari berbagai wilayah yang akan lolos dan bertanding di Game Changers Pacific. 

Mereka akan berkompetisi dalam format double elimination bracket, sistem gugur ganda yang akan membagi tim ke upper dan lower bracket. 

Menariknya, pembagian bracket akan dilakukan berdasarkan performa kompetitif sebelumnya.

Selain itu, untuk menjaga keragaman dan mencegah duel regional terlalu awal, tim dari wilayah yang sama tidak akan dipertemukan di pertandingan pembuka misalnya tim SEA tidak akan langsung melawan tim SEA lainnya di ronde pertama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: