Samsung dan Apple Kurangi Ketergantungan Terhadap Qualcomm: Era Baru Chipset Smartphone Dimulai

Samsung dan Apple Kurangi Ketergantungan Terhadap Qualcomm: Era Baru Chipset Smartphone Dimulai

Chip Qualcomm-ilustrasi-berbagai sumber

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dua raksasa teknologi dunia, Samsung dan Apple, sedang berupaya mengurangi ketergantungan mereka terhadap Qualcomm, salah satu penyedia chipset terkemuka di industri smartphone.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi kedua perusahaan yang selama ini menjadi pelanggan setia Qualcomm.

Menurut laporan Phone Arena, kedua perusahaan ini merasa terbebani oleh biaya pengadaan komponen buatan Qualcomm yang semakin mahal.

Apple mengeluhkan tingginya biaya lisensi Qualcomm, sementara Samsung harus menanggung kerugian hingga USD 400 juta akibat menggunakan prosesor Snapdragon pada seluruh model Galaxy S25.

Mengapa Samsung dan Apple Mulai Meninggalkan Qualcomm?

Keputusan Samsung dan Apple untuk mulai menjauh dari Qualcomm bukanlah tanpa alasan. Kedua perusahaan ini memiliki alasan strategis yang berbeda namun bertujuan sama, yaitu mengurangi biaya dan meningkatkan kontrol atas produk mereka.

1. Biaya Tinggi Lisensi Qualcomm

Apple: Selama bertahun-tahun, Apple telah menggunakan modem seluler Qualcomm untuk perangkat iPhone mereka. Namun, biaya lisensi yang tinggi menjadi beban tersendiri bagi perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook ini.

Samsung: Meski memiliki lini chip Exynos buatan sendiri, Samsung lebih banyak mengandalkan Snapdragon dari Qualcomm untuk beberapa wilayah, terutama di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menanggung kerugian besar ketika model Galaxy S25 dirilis secara global dengan Snapdragon.

2. Ambisi Mengembangkan Chip Internal

Apple: Setelah bertahun-tahun mencoba, Apple akhirnya berhasil mengembangkan modem seluler internal bernama chip C1, yang pertama kali diperkenalkan pada iPhone 16e. Langkah ini memungkinkan Apple untuk mengurangi ketergantungan pada Qualcomm secara bertahap.

Samsung: Sebagai produsen perangkat keras terbesar di dunia, Samsung juga memiliki ambisi besar untuk sepenuhnya beralih ke chipset buatan sendiri, Exynos.

Rencana ini dimulai dengan peluncuran Galaxy S26, yang kabarnya akan menggunakan Exynos 2600 berbasis 2 nm untuk pasar Eropa dan beberapa wilayah lain.

Qualcomm dalam Posisi Terancam

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait