BAHAYA Ubah Foto jadi Kartun pakai AI

BAHAYA Ubah Foto jadi Kartun pakai AI

Bahaya dari mengubah foto bersama menjadi kartun--

Radarpena.co.id,Jakarta - Mengubah foto pribadi menjadi kartun dengan menggunakan AI jadi tren dalam beberapa waktu terakhir, terutama seperti pada Lebaran 2025 yang berisikan momen bertemu dan bercengkerama dengan keluarga.

 

Foto-foto kebersamaan yang diunggah ke situs dengan AI dan kemudian diubah menjadi kartun seperti gaya Studio Ghibli memang tampak menghasilkan kartun yang menggemaskan untuk dipamer ke media sosial.

BACA JUGA:5 Aplikasi Terjemahan Bahasa Inggris Indonesia Terbaik Selain Google Translate, Yuk Coba!

Namun perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky mengingatkan bahwa mengunggah foto pribadi ke situs AI untuk dijadikan kartun juga tetap memiliki potensi bahaya privasi dan keamanan.

 

Menurut Group Manager Kaspersky AI Technology Research Center, Vladislav Tushkanov, menggunakan asisten percakapan model ChatGPT untuk keperluan pekerjaan dan rekreasi tidak berbeda dengan menggunakan layanan berbasis internet lainnya.

"Meskipun sebagian besar perusahaan mapan memastikan keselamatan dan keamanan data yang mereka kumpulkan dan simpan, bukan berarti perlindungannya bersifat antipeluru," kata Tushkanov dalam pernyataannya pada Jumat (4/4).

BACA JUGA:3 Tools Pengubah Foto jadi Animasi ala Ghibli Mudah dan Cepat

Tushkanov menyebut sejumlah hal seperti masalah teknis dan aktivitas lainnya bisa memungkinkan data yang diunggah pengguna bocor dan menjadi konsumsi publik atau bahkan dijual di darkweb.

"Selain itu, akun yang digunakan untuk mengakses layanan dapat diretas jika kredensial atau perangkat pengguna disusupi," kata Tushkanov.

Tushkanov memaparkan, berdasarkan pakar intelijen Kaspersky Digital Footprint, ada banyak unggahan di darkweb dan forum peretas yang menawarkan akun pengguna curian untuk dijual layanan AI.

BACA JUGA:Aplikasi dan Teknik ubah Foto Kamu jadi Kartun Animasi Ghibli Termudah

Akun-akun tersebut akan sangat mungkin berisi riwayat percakapan pribadi dengan chatbot, kata Tuskhanov.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait