Kutipan Hikmat dari Mbah Kim, Bisakah Ruh Mendatangi Kita?

Kutipan Hikmat dari  Mbah Kim, Bisakah Ruh Mendatangi Kita?

Hikmat tentang Ruh, rangkuman Mbah Kim--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Iman Al-Ghazali menjelaskan bahwa Allah swt menciptakan manusia sebagai makhluk yang terdiri dari jasad dan ruh.

Ruh inilah yang menghasilkan dan mendukung kegiatan-kegiatan psikis dan yang menghidupkan jasad manusia.

Ketika ruh berpisah dengan jasad manusia, maka itulah yang disebut dengan kematian.

 

“Mati adalah sebuah peristiwa saat ruh berpisah dengan jasad,” dikutip dari kata kiai muda NU Provinsi Lampung, KH Ahmad Ishomuddin, saat memberi mauidzah hasanah pada Yasinan malam ke-7 atas wafatnya Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Sobri Dinal Musthofa, Sabtu (29/1/2023) malam.

BACA JUGA:Ramalan Zodiak 7 Juni 2025: Taurus Dapat Energi Baru, Gemini hingga Virgo Siap-Siap Berubah!

BACA JUGA:Tafsir Mimpi Mbah Kim Bertemu Bidadari, Pertanda Baik Tapi Bisa Juga Ujian Terselubung

 

Mengutip penjelasan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, ia menyebut bahwa ruh terdiri dari dua macam.

  • Pertama, ruh yang mendapat kenikmatan dari Allah dengan diberi kebebasan serta tidak dibelenggu sehingga mereka bisa saling bertemu dan mengingat apa yang terjadi di dunia.
  • Kedua, ruh yang mendapat siksaan dan disibukkan dengan siksaan yang menimpanya dan tidak bisa saling berkunjung dan bertemu,” kata Gus Ishom, sapaan karibnya.

"Kedua, mimpi berupa terbawanya aktivitas keseharian dalam tidur dan mimpi yang berasal dari setan yang di dalamnya diwarnai dengan ketakutan-ketakutan,” ungkapnya.

 

Terkait dengan berpisahnya ruh dari jasad ini, Gus Ishom menjelaskan bahwa semua merupakan rahasia Allah swt.

Kematian ini ia ibaratkan seperti umur buah kelapa yang tidak tahu kapan akan jatuh dari pohonnya.

BACA JUGA:Jangan Diabaikan! 7 Mimpi Ini Bisa Jadi Petunjuk Hidupmu, Waspadai Arti di Baliknya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: