Terancam Gagal ke Piala Asia 2027, Timnas Malaysia Bisa Kehilangan Poin soal Kasus Naturalisasi Palsu
Timnas Malaysia-ilustrasi-
RADARPENA.CO.ID - Timnas Malaysia kini harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang menguatkan hukuman terhadap tujuh pemain naturalisasi mereka.
CAS secara resmi menegaskan sanksi skorsing selama 12 bulan kepada tujuh pemain yang dinyatakan terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Keputusan ini semakin memperumit situasi sepak bola Malaysia, terutama menjelang fase krusial Kualifikasi Piala Asia 2027.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada para pemain yang terlibat, tetapi juga berpotensi memengaruhi perjalanan Harimau Malaya dalam upaya lolos ke turnamen besar Asia tersebut.
Skandal naturalisasi ini pertama kali mencuat pada September 2025 ketika **FIFA menemukan adanya dokumen yang diduga dipalsukan dalam proses naturalisasi tujuh pemain.
Setelah penyelidikan dilakukan, FIFA menyatakan bahwa dokumen tersebut digunakan untuk memenuhi syarat administrasi agar pemain dapat membela tim nasional Malaysia.
BACA JUGA:Daftar 41 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Era Baru John Herdman
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan beberapa sanksi, di antaranya:
-
Skorsing 12 bulan kepada tujuh pemain terkait
-
Denda kepada pemain yang terlibat
-
Denda kepada Football Association of Malaysia (FAM)
Kasus ini kemudian dibawa ke CAS untuk proses banding, namun lembaga arbitrase olahraga internasional tersebut akhirnya memperkuat keputusan FIFA.
Kasus Kini Ditangani Komite Disiplin AFC
Setelah putusan CAS keluar, kasus tersebut kini masuk ke tahap berikutnya di level regional.
Asian Football Confederation (AFC) melalui Komite Disiplin dan Etika akan melakukan peninjauan lebih lanjut terkait dampak dari kasus tersebut terhadap kompetisi resmi yang sedang berlangsung.
Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, menjelaskan bahwa proses evaluasi ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu sebelum keputusan final diambil.
Menurutnya, komite akan memeriksa seluruh aspek yang berkaitan dengan kasus tersebut sebelum menentukan hukuman tambahan.
“AFC akan menyerahkannya kepada Komite Disiplin dan Etika AFC untuk tindakan dan investigasi lebih lanjut, yang mungkin membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk menentukan hasilnya,” ujar Windsor.
Ia juga menegaskan bahwa beberapa sanksi tambahan masih mungkin dijatuhkan, termasuk pengurangan poin di klasemen.
Malaysia Terancam Kehilangan Poin di Kualifikasi
Jika hukuman tambahan benar-benar dijatuhkan, Timnas Malaysia berpotensi kehilangan sejumlah poin penting dalam klasemen Kualifikasi Piala Asia 2027.
Saat ini, Malaysia memimpin Grup F dengan raihan 15 poin.
Di bawah mereka terdapat **Timnas Vietnam yang mengumpulkan 12 poin, sementara **Timnas Laos berada di posisi ketiga dengan 3 poin dan **Timnas Nepal di posisi terakhir tanpa poin.
Namun posisi Malaysia di puncak klasemen bisa berubah drastis jika AFC memutuskan memberikan hukuman pengurangan poin.
Dua Laga Bisa Dianggap Kalah WO
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus US$110, Ini Kata Bahlil Soal Harga BBM Subsidi
Potensi pengurangan poin muncul karena Malaysia diduga memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan penting.
Pertandingan tersebut adalah saat melawan Vietnam dan Nepal.
Menurut regulasi kompetisi internasional, tim yang memainkan pemain tidak sah dapat dijatuhi hukuman kalah walkover (WO) dengan skor 0-3.
Jika keputusan ini diterapkan, Malaysia berpotensi kehilangan enam poin sekaligus.
Akibatnya, posisi mereka di klasemen bisa langsung merosot dan digeser oleh Vietnam.
Peluang Lolos ke Piala Asia Bisa Tertutup
Situasi ini tentu menjadi ancaman serius bagi peluang Malaysia untuk tampil di **Piala Asia AFC 2027.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di **Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Dalam sistem kualifikasi yang berlaku, hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke putaran final.
Jika Malaysia kehilangan enam poin dan turun ke posisi kedua, maka peluang mereka untuk lolos hampir dipastikan tertutup.
Bahkan kemenangan atas Vietnam pada pertandingan berikutnya yang dijadwalkan 31 Maret mendatang tidak akan cukup untuk mengubah nasib mereka jika hukuman tersebut benar-benar diterapkan.
Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar yang pernah menimpa sepak bola Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Selain berdampak pada perjalanan tim nasional, kasus ini juga berpotensi memengaruhi reputasi federasi sepak bola negara tersebut di level internasional.
Kini semua mata tertuju pada keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC yang akan menentukan apakah Malaysia akan kehilangan poin atau menerima sanksi tambahan lainnya.
Jika skenario terburuk benar-benar terjadi, maka impian Harimau Malaya untuk tampil di Piala Asia 2027 bisa sirna meskipun mereka tampil cukup impresif di fase kualifikasi sejauh ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: