Hasil Liga Champions: Juventus Hancur di Turki, PSG dan Madrid Menang Dramatis
Galatasaray vs Juventus--www.blackwhitereadallover.com
radarpena.co.id - Rangkaian pertandingan leg pertama babak play-off Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung Rabu 18 Februari 2026 dini hari WIB melahirkan sejumlah drama luar biasa.
Kejutan paling menyesakkan menimpa raksasa Italia, Juventus, yang harus pulang dengan kepala tertunduk setelah menjadi bulan-bulanan di Turki. Sementara itu, Paris Saint-Germain (PSG) dan Real Madrid berhasil memetik kemenangan krusial meskipun harus melewati laga penuh tensi tinggi dan drama di luar lapangan.
Pencinta sepak bola Eropa tertuju pada Rams Park, Istanbul, saat tuan rumah Galatasaray menghancurkan pertahanan Juventus dengan skor telak 5-2. Pertandingan yang menghujani tujuh gol tersebut menjadi bukti bahwa atmosfer Turki masih menjadi neraka bagi klub-klub besar Eropa. Kekalahan telak ini membuat langkah "Si Nyonya Tua" menuju babak 16 besar berada di ujung tanduk.
Juventus sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Teun Koopmeiners sempat menghidupkan asa tim tamu lewat dwigol yang ia sarangkan pada menit ke-16 dan ke-32. Namun, penampilan apik Koopmeiners tidak berbanding lurus dengan kerapuhan lini belakang skuat asuhan Juventus tersebut. Mereka gagal membendung agresivitas serangan balik kilat yang Galatasaray bangun sepanjang laga.
Tuan rumah berpesta melalui gol pembuka Gabriel Sara pada menit ke-15. Memasuki babak kedua, Galatasaray tampil semakin menggila. Noa Lang menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-49 dan ke-75. Davinson Sanchez dan Sacha Boey kemudian menyempurnakan penderitaan Juventus lewat gol mereka pada menit ke-60 dan ke-86. Hasil ini memaksa Juventus harus memenangkan leg kedua dengan selisih minimal empat gol jika ingin membalikkan keadaan.
BACA JUGA:Lewis Hamilton Dinilai Kurang Cocok dengan Engineer Ferrari
BACA JUGA:Casey Stoner Ungkap Rahasia Dominasi Marc Marquez di MotoGP
Mentalitas Juara Paris Saint-Germain
Drama berbeda terjadi di Stade Louis II, markas AS Monaco. Paris Saint-Germain (PSG) menunjukkan mentalitas baja setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu dari tim tuan rumah. Penyerang AS Monaco, Folarin Balogun, mengejutkan lini pertahanan Les Parisiens melalui brace cepat pada menit ke-1 dan ke-18. Tertinggal 0-2 di awal babak pertama biasanya akan meruntuhkan moral tim manapun, namun tidak bagi PSG.
Kebangkitan pasukan Luis Enrique dimulai lewat aksi brilian Desire Doue pada menit ke-29. Sebelum turun minum, Achraf Hakimi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat skema serangan yang tertata rapi. Memasuki babak kedua, Doue kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-67 sekaligus mengunci kemenangan tipis namun sangat berharga dengan skor 3-2. Kemenangan comeback ini menjadi modal berharga bagi PSG saat menjamu Monaco di Parc des Princes pada leg kedua nanti.
Drama Rasisme dan Kemenangan Pahit Real Madrid
Di Lisbon, Real Madrid sukses menuntaskan misi balas dendam mereka atas Benfica dengan kemenangan tipis 1-0. Bintang asal Brasil, Vinicius Junior, menjadi pembeda lewat gol tunggalnya pada menit ke-50 setelah melakukan aksi individu memukau yang mengecoh barisan pertahanan lawan. Namun, kemenangan di Estadio da Luz ini terasa pahit karena ternoda oleh aksi tidak terpuji dari tribun penonton.
Wasit Francois Letexier sempat menghentikan pertandingan selama 10 menit akibat dugaan hinaan rasis yang suporter tuan rumah arahkan kepada Vinicius Junior. Ketegangan memuncak pada menit ke-85 saat pelatih Benfica, Jose Mourinho, memprotes keras keputusan wasit yang enggan memberikan kartu kuning kedua bagi Vinicius atas sebuah pelanggaran. Akibat protes yang dianggap berlebihan, wasit mengusir Mourinho dari pinggir lapangan. Rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, langsung pasang badan membela sang pemain di tengah situasi panas tersebut.
BACA JUGA:Tes F1 Bahrain Berakhir Dramatis, Mercedes Tercepat di Tengah Isu Sandbagging
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: