6 Tahapan Penting Perjalanan Manusia setelah Kiamat yang Wajib Muslim Ketahui
Ilustrasi hari kiamat --Foto: Getty Images/iStockphoto/mppriv
Suasana begitu padat dan menegangkan. Pada hari ini, semua akan menerima catatan amal masing-masing secara detail, seperti yang dijelaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 69.
وَأَشْرَقَتِ ٱلْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Wa asyraqatil-arḍu binụri rabbihā wa wuḍi'al-kitābu wajī`a bin-nabiyyīna wasy-syuhadā`i wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
"Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan." (QS. Az-Zumar: 69)
BACA JUGA:
- Doa Pagi Hari Pembuka Rezeki dan Penjaga Hati: Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
- Benarkah Bisa Bertemu Keluarga di Alam Kubur? Ini Penjelasan Lengkap Menurut Islam
3. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan Amal)
Di tahap ini, seluruh amal manusia akan dihitung. Umat Nabi Muhammad SAW menjadi yang pertama dihisab, dan salat menjadi amalan pertama yang diperiksa.
Bahkan anggota tubuh akan menjadi saksi atas perbuatan yang dilakukan, sesuai QS. An-Nur ayat 24. Tidak ada dusta yang dapat menyelamatkan, karena semua bukti akan jelas terlihat.
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Yauma tasy-hadu 'alaihim alsinatuhum wa aidīhim wa arjuluhum bimā kānụ ya'malụn
Artinya: "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. An-Nur: 24)
4. Yaumul Mizan (Hari Penimbangan Amal)
Setelah hisab, amal akan ditimbang di Mizan. Timbangan ini sangat adil, bahkan amalan sekecil biji sawi pun akan diperhitungkan.
Jika timbangan kebaikan lebih berat, manusia akan mendapatkan kebahagiaan. Sebaliknya, jika keburukan lebih berat, azab menanti.
Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Anbiya ayat 47:
وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ
Wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā, wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn
Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (QS. Al-Anbiya: 47)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: