Mudik Nataru 2025 Pakai Motor Listrik? Ini Strategi Aman agar Tak Kehabisan Daya di Jalan

Mudik Nataru 2025 Pakai Motor Listrik? Ini Strategi Aman agar Tak Kehabisan Daya di Jalan

Tips aman mudik dengan motor listrik--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan sepeda motor listrik bukan sekadar soal berangkat lebih ramah lingkungan.

Perjalanan jarak jauh ini menuntut persiapan ekstra, terutama dalam hal manajemen baterai dan keselamatan berkendara agar mudik tetap aman, nyaman, dan bebas drama kehabisan daya di tengah jalan.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa tantangan mudik menggunakan motor listrik sangat bergantung pada sistem baterai yang digunakan.

Menurut Yannes, motor listrik dengan sistem battery swap (tukar baterai) berisiko merepotkan jika dipaksakan untuk perjalanan jauh tanpa perencanaan matang.

BACA JUGA:Daftar Besaran UMK Jawa Barat 2026, Kota Bekasi Paling Tinggi

“Pengendara wajib mengetahui lokasi stasiun penukaran baterai. Jika jalur dari titik keberangkatan ke tujuan tidak memiliki SPBKLU atau stasiun swap yang jelas, sebaiknya motor jenis ini tidak digunakan untuk mudik,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, motor listrik dengan sistem tukar baterai bukanlah produk yang buruk. Namun, desainnya memang lebih cocok untuk mobilitas harian di dalam kota, bukan perjalanan jarak jauh dengan infrastruktur pendukung yang masih terbatas.

Sebagai alternatif, Yannes menyarankan pemudik memilih motor listrik dengan sistem charging langsung. Meski lebih fleksibel, pengendara tetap harus menghitung waktu dan jarak tempuh secara realistis.

“Jarak tempuh riil biasanya 20–30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan. Ini harus diperhitungkan sejak awal,” jelasnya.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu untuk Korban Bencana Sumatera Sudah Cair

Untuk menunjang kenyamanan dan mengantisipasi kondisi darurat, pemudik disarankan membawa charger portable serta adaptor yang sesuai, sehingga bisa mengisi daya di lokasi yang memungkinkan.

Tak kalah penting, gaya berkendara juga berpengaruh besar pada efisiensi baterai. Yannes mengingatkan agar pengendara tidak memacu motor listrik dengan gas penuh secara terus-menerus.

“Throttle penuh dalam waktu lama bisa memicu overheat dan membuat motor masuk ke limp mode, di mana tenaga otomatis diturunkan,” katanya.

Artinya, berkendara secara santai dan stabil bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu baterai bertahan lebih lama hingga tujuan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait