Mobil Listrik Terobos Banjir, Bahaya atau Aman? Ini Penjelasannya

Mobil Listrik Terobos Banjir, Bahaya atau Aman? Ini Penjelasannya

Sama seperti mobil konvensional, mobil listrik tetap bisa rusak jika melewati banjir yang terlalu tinggi.--Otogaz

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Mobil listrik semakin populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan biaya operasional yang lebih rendah, kendaraan ini menjadi pilihan banyak orang.

Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah "Apakah mobil listrik aman saat melewati banjir?" Mengingat kondisi cuaca ekstrem dan banjir kerap melanda sejumlah wilayah, pertanyaan ini sangat relevan untuk dijawab.

BACA JUGA:Deretan Mobil Listrik Fast Charging Terbaik 2025, Waktu Lebih Hemat dan Tetap Bertenaga

BACA JUGA:Cara Menghitung Biaya Charge Mobil Listrik di Rumah dan SPKLU, Hemat atau Mahal?

Apakah Mobil Listrik Bisa Kesetrum Saat Banjir?

Kekhawatiran utama banyak orang adalah risiko kesetrum karena mobil listrik menggunakan tenaga baterai bertegangan tinggi.

Namun, produsen mobil listrik merancang sistem kelistrikan mereka dengan pengamanan berlapis.
Komponen listrik utama, termasuk baterai dan motor, biasanya sudah:
- Tertutup rapat (sealed)
- Tahan air (waterproof)

Diuji dengan standar internasional, seperti IP67 atau IP68, yang berarti mampu bertahan di dalam air selama jangka waktu tertentu dan pada kedalaman tertentu.

Jadi, kemungkinan mobil listrik menyetrum saat melewati banjir sangat kecil, bahkan hampir mustahil dalam kondisi normal.

Performa Mobil Listrik di Jalan Tergenang Air
Mobil listrik justru memiliki keunggulan dibanding mobil konvensional saat harus menghadapi genangan air. Beberapa alasannya:
- Tidak memiliki knalpot, sehingga tidak berisiko mogok karena air masuk ke saluran buang.
- Torsi instan, membuat mobil bisa melaju perlahan tapi kuat saat menghadapi genangan.
- Sistem kelistrikan otomatis mati jika terdeteksi ada risiko korsleting, sebagai langkah pengamanan.
Namun, ini bukan berarti mobil listrik bisa bebas menerobos banjir. Ketinggian air tetap menjadi faktor penting.

Batas Aman Melintasi Genangan
Setiap mobil, termasuk mobil listrik, memiliki batas aman saat melewati banjir.

Biasanya, batas maksimal yang disarankan adalah tidak lebih dari setengah tinggi roda
Atau sekitar 20–30 cm air, tergantung desain kendaraan

Jika air sudah mencapai bawah bodi mobil atau bahkan pintu, risiko kerusakan tetap tinggi, terutama pada sistem elektronik lain seperti ECU, motor listrik, dan interior kendaraan.

BACA JUGA:Tips Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet, Nomor 1 Pemilik Kendaraan Elektrik Wajib Tahu!

BACA JUGA:7 Tips Perawatan Mobil Listrik Usai Dibawa Mudik Lebaran

Perlu diketahui juga, ada beberapa resiko yang terjadi apabila Mobil listrik menerobos banjir:

1. Kerusakan interior dan kabin
Air yang masuk ke dalam kabin bisa merusak jok, karpet, dan sistem hiburan.

2. Sensor dan sistem bantuan berkendara (ADAS)
Beberapa sistem bantuan seperti kamera, radar, dan sensor parkir bisa rusak akibat genangan air.

3. Asuransi kendaraan
Tidak semua polis asuransi menanggung kerusakan akibat menerobos banjir, terutama jika dianggap "kesengajaan".
Setelah beberapa penjelasan di atas didapati benang merah bahwa secara teknis, mobil listrik aman dari risiko kesetrum saat melewati genangan air.

Teknologi dan sistem keamanan canggih membuatnya cukup andal dalam kondisi tertentu.

Namun, itu tidak berarti Anda bisa bebas menerobos banjir tanpa risiko.

Sama seperti mobil konvensional, mobil listrik tetap bisa rusak jika melewati banjir yang terlalu tinggi.

Untuk itu, selalu perhatikan kondisi jalan, kedalaman air, dan ikuti panduan dari produsen kendaraan Anda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait