Dunia Otomotif Bercucuran Darah, Honda dan Toyota Bakal Mahal
Di AS, pabrikan mobil asal Jepang ini, saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian. Di mana, tarif impornya mendorong kenaikan harga kendaraan dan menguji ketahanan permintaan konsumen. Kalangan investor dipastikan akan mempertimbangkan produsen mobil --
Penurunan kuartalan kedua secara berturut-turut.
Produsen mobil ini juga sudah memperkirakan penurunan laba tahunan hingga 59 persen.
Kedua perusahaan ini menghadapi prospek tarif sebesar 15 persen pada barang impor mobil Jepang ke AS dan bea yang sebelumnya mencapai 27.5 persen menyusul kesepakatan perdagangan bilateral pada bulan lalu.
BACA JUGA:Nissan Resmi Luncurkan X-Trail e-POWER with e-4ORCE di GIIAS 2025: SUV Listrik Tanpa Repot Isi Daya
BACA JUGA:GAC Indonesia Luncurkan AION UT di GIIAS 2025, Mobil Listrik Futuristik Berbasis AI Rp300 Jutaan
Di luar AS, kedua pabrikan otomotif asal Jepang ini telah memproduksi model kunci bagi pasar AS di Kanada dan Meksiko.
Sedangkan bagi Honda, AS memberikan sumbangannya sekira sepertiga dari total penjualan di paruh pertama ini.
Penjualan global mereka turun hingga 5 persen selama periode tersebut, karena terkena penurunan dua digit di China, Asia dan Eropa.
Adapun untuk penjualan global Toyota naik sebesar 6 persen selama masa periode tersebut yang ditunjang oleh permintaan yang kuat untuk kendaraan hibrid petrol hingga listrik yang biasanya menorehkan margin lebih besar dibandig mobil petrol konvensional.
Namun untuk Hibrid Camry dan Sienna masih tetap kokoh.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: