Dunia Otomotif Bercucuran Darah, Honda dan Toyota Bakal Mahal
Di AS, pabrikan mobil asal Jepang ini, saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian. Di mana, tarif impornya mendorong kenaikan harga kendaraan dan menguji ketahanan permintaan konsumen. Kalangan investor dipastikan akan mempertimbangkan produsen mobil --
Radarpena.co.id, Jakarta - Toyota Motor dan Honda Motor akan melaporkan laba pada kuartal pertama dalam kondisi yang melemah.
Hal ini enyusul tarif impor AS dan Yen yang terus menguat memberi tekanan terhadap keuntungan, meskipun permintaan hibrid di pasar luar negeri terbesarnya sangat besar.
Di AS, pabrikan mobil asal Jepang ini, saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian.
Di mana, tarif impornya mendorong kenaikan harga kendaraan dan menguji ketahanan permintaan konsumen.
Kalangan investor dipastikan akan mempertimbangkan produsen mobil terbesar Jepang dalam menghadapi dan mengimbangi beban tersebut.
BACA JUGA:Mobil Listrik MG4 EV Terbaru Mulai Dipasarkan, Harga Rp160 Jutaan
BACA JUGA:5 Motor Termahal di Dunia Tahun 2025: Karya Seni Beroda Dua dengan Harga Selangit
Dikutip dari Reuters, sebagai produsen mobil terlaris di dunia, Toyota diprediksi akan mengalami penurunan laba operasional hingga 31 persen dari tahun ke tahun menjadi 902 miliar yen (USD6.14 miliar) pada Kamis ini.
Hal itu didasarkan pada perkiraan rata-rata dari 7 analis yang disurvei oleh LSEG.
Dan ini akan menandai hasil kuartalan terlemah dalam lebih dari dua tahun.
Sedangkan, Honda diprediksi juga akan melaporkan penurunan laba operasionalnya hingga 36 persen atau 311,7 miliar yen pada Rabu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: