Kisah Nyata! Tertantang Menyebut ‘Sialang’ Setelah Magrib dan Menyesal Seumur Hidup
"Jangan pernah sebut nama itu setelah matahari tenggelam, apalagi sambil tertawa. Karena dia bisa datang kapan saja, dari arah yang tak kau sangka." pesan terakhir Pak Arman.--
Suatu malam, saat nongkrong dengan warga muda setempat, Andra ditantang, untuk sebut nama "Sialang" oleh temannya.
"Kalau berani, coba sebut nama itu sekarang. Ayo, buktikan omonganmu."
Dan dengan berani sambil bercanda, Andra mengiyakan tantangan temennya tersebut.
"Sialang, Sialang, Sialang. Nih, gue sebutin tiga kali. Mana hantunya?"
Detik berikutnya, angin tiba-tiba berhenti, serta suara gongogan anjing-anjing mengarah ke arah hutan.
Lampu minyak di beranda mati mendadak dan dari kejauhan terdengar suara perempuan menangis, diselingi suara ranting patah, mendekat perlahan.
BACA JUGA:Dibalik Kisah Horor Si Manis Jembatan Ancol, Ini Nasib Pilu yang Dialami Siti Ariah.
Malam Terkutuk Dimulai dan Penyesalan yang Terlambat
Andra mulai kehilangan waktu tidur, setiap pukul 2 malam, ia mendengar ketukan pelan di jendela kamarnya meskipun ia tinggal di lantai dua.
Suara langkah di loteng, padahal rumah warga tak punya loteng dan yang paling menyeramkan, ia mulai melihat sosok perempuan dengan rambut basah dan tubuh setengah terbakar berdiri di ujung tempat tidurnya, setiap malam.
Andra memutuskan pulang ke Jakarta, tapi gangguan itu mengikutinya.
Di apartemennya, bayangan yang sama muncul di cermin kamar mandi, listrik sering padam jam 18.34, persis saat ia dulu mengucapkan nama itu.
Ia diruqyah, dibawa ke paranormal, bahkan menjalani terapi trauma, tapi sayang tak ada yang bisa benar-benar membebaskannya.
Pak Arman akhirnya bicara pada media lokal, mengatakan bahwa kasus Andra bukan yang pertama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: