7 Ciri Bengkel Palsu yang Bisa Merusak Kendaraan, Jangan Jadi Korban
Servis mobil secara berkala di bengkel--Canva
Banyak bengkel nakal yang menggunakan sparepart KW, rekondisi, atau bahkan bekas, tapi dijual dengan harga sparepart asli. Hal ini bisa membahayakan kendaraan dalam jangka panjang.
Tips: Minta untuk melihat kemasan asli sparepart dan pastikan kamu mendapatkan nota pembelian yang rinci.
4. Pengerjaan Asal-Asalan dan Tidak Profesional
Bengkel palsu biasanya tidak memiliki teknisi bersertifikat atau pengalaman yang memadai. Hasil servis pun seringkali buruk, seperti baut yang longgar, kabel tidak rapi, atau bahkan menyebabkan kerusakan baru.
Ciri-ciri: tempat kerja berantakan, tidak memakai alat kerja standar, dan tidak memberikan garansi pengerjaan.
5. Sering Memaksakan Perbaikan yang Tidak Perlu
Hati-hati dengan bengkel yang terlalu agresif menyarankan penggantian sparepart padahal kendaraanmu tidak benar-benar bermasalah. Ini adalah modus klasik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari pelanggan yang kurang paham teknis.
Tips: Dapatkan opini kedua dari bengkel berbeda atau mekanik yang kamu percaya.
BACA JUGA:Spooring Ban Mobil Tak Perlu Ribet ke Bengkel, Lakukan Sendiri di Rumah!
BACA JUGA:Wajib Tahu! Penyebab dan Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Mobil Tanpa ke Bengkel
6. Tidak Ada Garansi Servis
Bengkel terpercaya biasanya memberikan jaminan garansi pengerjaan dalam jangka waktu tertentu. Sebaliknya, bengkel palsu akan menghindar atau menyalahkan pengguna jika kendaraan mengalami masalah setelah diservis.
Pastikan kamu selalu meminta bukti servis dan syarat garansi sebelum meninggalkan bengkel.
7. Tidak Ada Jejak Digital atau Review Online
Di era digital, bengkel yang kredibel biasanya punya review positif di Google Maps, media sosial, atau platform otomotif. Jika bengkel tersebut tidak punya jejak digital sama sekali, apalagi lokasinya tersembunyi dan sepi, kamu patut curiga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: