Jangan Anggap Remeh! Ini 4 Bahaya Menggunakan Ban Motor Kedaluwarsa

Jangan Anggap Remeh! Ini 4 Bahaya Menggunakan Ban Motor Kedaluwarsa

Bahaya menggunakan ban motor kedaluwarsa--pexels.com/Anastasia Shuraeva

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Banyak pengendara motor yang mungkin tidak menyadari bahwa ban memiliki masa kedaluwarsa. Meski belum aus atau tampak baik dari luar, ban motor kedaluwarsa ternyata menyimpan risiko tinggi yang kerap diabaikan. 

Tidak sedikit kasus kecelakaan terjadi karena ban motor yang sudah tidak layak pakai, namun tetap digunakan karena dianggap masih bisa “jalan”. Padahal, ban adalah satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, sehingga kondisinya harus selalu prima. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas empat bahaya menggunakan ban motor kedaluwarsa yang wajib diwaspadai demi keselamatan saat berkendara.

1. Daya Cengkram Menurun Drastis

Ban motor yang sudah kedaluwarsa mengalami penurunan kualitas elastisitas pada karet komponennya. 

Penurunan ini membuat daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan jadi sangat lemah, terutama saat kondisi hujan atau jalan licin. 

BACA JUGA:

Ketika motor melewati tikungan tajam atau harus bermanuver cepat, ban yang kehilangan traksi akan dengan mudah tergelincir.

Hal ini tentu sangat membahayakan, apalagi jika kejadiannya di jalan raya yang padat atau saat berkendara dengan kecepatan tinggi. 

Daya cengkram yang buruk membuat pengendara rentan kehilangan keseimbangan, sehingga potensi kecelakaan pun meningkat drastis.

2. Struktur Ban Mudah Retak dan Pecah

Karet ban tidak hanya menua karena penggunaan, tapi juga karena oksidasi yang terjadi seiring waktu. Bahkan, ban yang jarang dipakai pun tetap akan mengalami pengerasan dan akhirnya retak-retak. 

Retakan kecil ini bisa menyebar menjadi kerusakan struktural yang serius dan berpotensi menyebabkan ban pecah tiba-tiba saat terkena tekanan udara tinggi atau benturan keras.

Bayangkan jika ban pecah saat motor melaju di jalan tol atau jalanan rusak, kehilangan kendali akan sulit dihindari. Ini bisa berujung pada kecelakaan parah, baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: