Terungkap! Daycare Little Aresha Diduga Aniaya Anak, MUI Murka, Minta Sanksi Keras

Terungkap! Daycare Little Aresha Diduga Aniaya Anak, MUI Murka, Minta Sanksi Keras

Potongan video aksi penganiayaan balita di Daycare--

radarpena.co.di - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mengguncang publik. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta, yakni Daycare Little Aresha, yang diduga menjadi lokasi praktik kekerasan terhadap puluhan balita.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. Mereka mengecam keras insiden tersebut yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan sekaligus prinsip perlindungan anak dalam ajaran Islam.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Siti Ma'rifah, mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan di daycare tersebut sangat bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifdzun nasl).

BACA JUGA:Video Mobil Terbakar di Tol Dalam Kota Arah Cawang, Api Membumbung Tinggi Picu Macet Parah

“Ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Ruang ramah anak yang seharusnya aman justru terkoyak,” tegasnya, Selasa (28/4/2026).

53 Anak Diduga Jadi Korban, Angka Bisa Bertambah

Dari total 103 anak yang dititipkan, sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan, baik secara fisik maupun verbal. Jumlah ini bahkan disebut berpotensi lebih besar, mengingat daycare tersebut telah beroperasi cukup lama.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa yang sebelumnya juga terjadi di Depok dan Riau, memperlihatkan masih lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak di Indonesia.

MUI Desak Sanksi Tegas

Fakta yang lebih mengejutkan, Daycare Little Aresha disebut beroperasi tanpa izin resmi. Hal ini memicu keprihatinan mendalam dari MUI yang menilai pengawasan pemerintah masih belum maksimal.

BACA JUGA:KPAI: Daycare Little Aresha Yogyakarta Kasus Terbesar di Indonesia!

MUI mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas kepada para pelaku agar menimbulkan efek jera dan mencegah kasus serupa terulang.

Standar Daycare Harus Diperketat

MUI juga menyoroti pentingnya standar ketat bagi pengelola daycare, mulai dari izin operasional, akreditasi berkala, hingga penerapan protokol keselamatan dan perlindungan anak.

Tak hanya itu, pengelola juga diwajibkan memiliki kompetensi khusus dalam pengasuhan anak, termasuk sertifikasi dan tes psikologi untuk memastikan kelayakan secara fisik dan mental.

Dalam pernyataannya, Siti Ma'rifah mengingatkan orang tua untuk tidak mudah tergiur harga murah dalam memilih daycare. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam memantau kondisi anak.

BACA JUGA:Terungkap, Daycare Little Aresha yang Aniaya Bayi di Yogyakarta Ternyata Tak Berizin!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: